Friday, December 17, 2010

Seberapa besar ketergantungan anda pada Teknologi Informasi



Dear all,

Seperti kita ketahui, saat ini begitu banyak peralatan Teknologi Informasi yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari peralatan telekomunikasi bergerak, PC/notebook maupun digital kamera. Perkembangan teknologi jaringan juga memungkinkan kita selalu bisa terkoneksi baik melalui jaringan telephone dan jaringan data. Hampir dikatakan, interaksi kita antar manusia sudah berubah dari pertemuan fisik menjadi pertemuan virtual/maya. Dalam artikel ini, saya akan batasi tulisan ini pada topik komunikasi menggunakan telepon dan akses dan pengolahan data/informasi menggunakan PC/notebook melalui Internet.

Bagian 1. Komunikasi menggunakan telpon dan SMS/email/chatting

Sejalan dengan kebiasaan kita dalam memakai peralatan-peralatan tersebut, terjadi perubahan dimana kita menjadi semakin tergantung padanya. Pada saat kita ingin berkomunikasi dengan orang lain, cukup dengan menekan tombol maka terjadilah koneksi antar kita dengan lawan bicara. Tidak diperlukan hapalan terhadap nomer yang dituju karena semua sudah tersimpan dalam address-book. Tanpa harus melihat muka (ekspresi) dan bahasa tubuh lawan bicara, kita berusaha melakukan interaksi dua-arah mengandalkan nada bicara dan konten percakapan kita. Jika hal itu sulit dilakukan (misal karena kesibukan, sungkan, takut dll) maka komunikasi kita akan digantikan oleh text baik melalui SMS/email/chatting.

Adakah yang merasa bahwa komunikasi digital seperti itu bagaimanapun berbeda dengan komunikasi tradisional kita selama ini. Mulai dari usaha kita untuk mencari/mendapatkan lawan bicara sudah mengalami perubahan. Dahulu pada saat kita akan bertemu dan melakukan komunikasi, pasti kita akan menyiapkan diri untuk mengerti dan memahami siapa lawan bicara nanti. Pertemuan dengan anggota keluarga, teman, rekan kerja, atasan/bawahan, orang yang pertama kenal dan lain-lain akan membutuhkan persiapan yang berbeda. Kadang-kadang kita harus menyiapkan seksama topik pembicaraan, gaya bicara & bahasa tubuh sesuai dengan kebutuhan bahkan pakaian/kostum yg kita kenakan. Boleh dibilang, seluruh anggota tubuh kita akan diajak bekerja sama dalam proses komunikasi nanti.

Pada saat kita akan berkomunikasi secara digital baik melalui telpon atau SMS/email/chatting, terjadi perubahan mendasar dalam diri kita. Proses pencarian lawan bicara cukup diwakili dengan menekan tombol di address-book telpon atau email. Tidak butuh suatu usaha yang rumit untuk berbicara/menulis suatu topik baik kepada atasan, rekan kerja, teman, anggota keluarga dan lain-lain. Dengan 1 tombol, anda dapat menghubungi siapapun di dalam ratusan atau ribuan Contact di telpon/email/chatting anda. Setelah terjadi koneksi, tidak butuh persiapan mental apakah usaha kita akan ditolak atau diterima. Berbeda rasanya ketika kita sudah susah payah mencari suatu orang untuk ditemui, begitu ketemu malah ditolak untuk berkomunikasi. Bahkan ketika kita mengirim SMS/email/chatting, kadang tanpa berpikir panjang kita langsung mengirimkan pesan ketika tanpa mempertimbangkan reaksi yang akan timbul dari orang yang kita hubungi tersebut.

Terjadi kecenderungan percakapan suara di telpon maupun teks di SMS/email/chatting menjadi lebih “ringan” nilainya dibanding percakapan tradisional. Dengan beranggapan kita tidak berhadapan langsung, efek atau reaksi yang akan timbul sering kita abaikan. Etika dan sopan santun kadang akan diabaikan, termasuk pemahaman yang kita dapat bisa berbeda karena keterbatasan indera kita dalam menangkap jawaban dari lawan bicara. Sudahkan anda merasakan hal ini? Pernahkah anda merindukan suatu komunikasi yang lebih berkualitas dengan seseorang karena selama ini hanya tergantung pada peralatan Teknologi Informasi?

Bagian 2. Akses dan pengolahan data/informasi menggunakan PC/notebook melalui Internet

Di bagian 2 ini saya akan coba membahas bahwa saat ini begitu mudahnya kita mendapatkan data/informasi dari Internet dengan menggunakan PC/notebook kita (termasuk mobile phone juga). Mari kita coba bandingkan masa lalu dimana kita belum mengenal Internet dan bersusah payah untuk mendapatkan data/informasi termasuk pengolahannya.

Dahulu setiap kali kita membutuhkan data/informasi, pasti akan ada usaha kita untuk baik membaca dari buku, paper ilmiah atau populer, majalah dan lain-lain. Kita cenderung akan lebih fokus dan berusaha menikmati, bahkan kalau sangat menarik kita bisa masuk dalam konteks tersebut sambil berimajinasi. Sebuah kenikmatan membaca buku yang mungkin bagi rekan-rekan mulai berkurang frekuensi-nya di saat-saat sekarang.

Saat ini, dengan adanya Search Engine misal Google maupun yang lain, setiap kali membutuhkan informasi kita cukup mengetikkan kata kunci (keywords). Bahkan dengan adanya Ensiklopedia seperti Wikipedia maupun ringkasan-ringkasan dari situs formal maupun non-formal seperti Blog, Forum dan sejenisnya membuat kita cepat mendapatkan informasi yang kita inginkan tanpa harus membaca utuh satu buku atau artikel aslinya.
Hal baiknya adalah kecepatan kita dalam menemukan informasi yang kita butuhkan, terlepas dari keakuratan informasi tersebut. Bahkan relatif kita bahkan bakal dibanjiri oleh berbagai informasi, sampai kadang kita mendapatkan kesulitan untuk memilah mana yang penting mana yang bukan.

Hal yang tidak menguntungkan adalah ketergantungan kita pada sumber-sumber digital tersebut, sehingga begitu tidak ada koneksi dengan sumber (baik Internet maupun offline), kita kadang mengalami kebingungan dalam membaca dan memahami informasi (atau bahkan knowledge) dan sulit dalam mengambil keputusan. Apalagi jika sumber-sumber tersebut tidak mempunyai cadangan/backup, sehingga jika terjadi gangguan/kerusakan akan membuat kita harus memulai dari awal lagi untuk memahami suatu informasi/knowledge.

Pernahkan kita mencoba untuk menyimpan catatan-catatan penting pada buku/notes lagi? Pernahkah kita mencoba memahami dan meresapi suatu informasi/knowledge yang penting ke dalam otak kita, dengan anggapan mungkin sumber digital itu tidak ada lagi? Pernahkah kita mencoba mengambil keputusan dengan mengingat semua memori yang ada dalam kepala kita, tanpa bantuan informasi/knowledge digital? Bagaimanapun juga, otak kita adalah sebuah supercomputer terhebat di jagat raya ini, yang merupakan ciptaan Allah SWT. Informasi/knowledge di sekeliling kita (secara analog) baik merupakan manusia. Lingkungan hidup bahkan benda mati pun merupakan sumber-sumber yang tidak akan habis dipelajari.

Sekali waktu, silahkan rekan-rekan mencoba berjalan pada suatu lingkungan yang segar alami di pedesaan, pegunungan atau pantai tanpa membawa peralatan digital apapun untuk coba menguji lagi sistem analog di tubuh kita apakah masih mampu berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan kita (manusia, hewan, tumbuhan dan lain-lain). Sebuah renungan sederhana dari penulis untuk diri sendiri, semoga bermanfaat bagi rekan-rekan juga. Salam, surahyo.

Thursday, August 12, 2010

Filter Konten Internet oleh Pemerintah (pro dan kontra)

Dear all,

Mungkin beberapa hari ini beberapa rekan merasakan penurunan kecepatan ketika mengakses Internet. Bisa jadi saat itu konten yang sedang anda akses sedang diperiksa oleh suatu sistem untuk memilah apakah layak untuk diteruskan atau tidak. Tentunya tidak semua akses mengalaminya, karena pintu keluar (gateway) masing-masing ISP berbeda-beda. Dari beberapa sumber, yang saat ini pasti mengalami proses filtering adalah Telkom, Indosat, Indosat Mega Media (IM2), XL Axiata, Bakrie Telecom, dan Telkomsel. Sedangkan ISP-ISP lain belum bisa dikonfirmasi, kemungkinan besar tidak dilakukan filtering terutama untuk ISP-ISP kecil.

Saat ini Kominfo sedang menerapkan bersama ISP akan menggunakan DNS Nawala dan database Massive Trust Positif. Silahkan diakses situs-situs berikut untuk penjelasan detailnya:
1. http://www.trustpositif.depkominfo.go.id/
Sebagai ringkasan, tujuan utama Trust Positif adalah:
Internet Aman & Sehat: Internet yang aman dan sehat dengan perlindungan terhadap akses internet berdasarkan daftar informasi sehat dan terpercaya (TRUST+™ List)
Perlindungan: Perlindungan pada masyarakat terhadap nilai-nilai etika, moral, dan kaedah-kaedah yang tidak sesuai dengan citra Bangsa Indonesia.
Penghematan: Penghematan terhadap pemborosan penggunaan akses internet (internet utilization) di Indonesia.


2. http://www.nawala.org/
Nawala Nusantara adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan situs negatif. Nawala Nusantara akan membantu menapis jenis situs-situs negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Nusantara juga akan menapis situs Internetyang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising(penyesatan) dan sejenisnya.

Sebelum berdiskusi lebih lanjut, saya coba akan menyarankan rekan-rekan untuk membaca sebuah berita mengenai Surveillance Pervasif dibawah pemerintahan Obama di Amerika dengan menggunakan sistem yang disebut "Einstein". Link ada di:
http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=14249
atau anda bisa membaca terjemahan oleh Google Tranlate di bawah ini:
http://translate.google.com/translate?js=y&prev=_t&hl=en&ie=UTF-8&layout=1&eotf=1&u=http%3A%2F%2Fwww.globalresearch.ca%2Findex.php%3Fcontext%3Dva%26aid%3D14249&sl=en&tl=id
Secara garis besar, pemerintah Obama mengawasi trafik Internet di Amerika dengan menggunakan "Einstein" yang dihubungkan ke database raksasa milik NSA (National Security Agency) bekerjasama dengan operator telekomunikasi AT&T, mungkin dengan Verizon dan Bell South juga.

Suatu hal menarik dari berita mengenai Surveillance Pervasif dibawah pemerintahan Obama adalah dipersiapkannya aturan hukum berupa dokumen "Pengkajian Dampak Privasi" atau Privacy Impact Assessment (PIA) for EINSTEIN 2. Dokumen tersebut dapat didownload di:
http://www.dhs.gov/xlibrary/assets/privacy/privacy_pia_einstein2.pdf
Disini dijelaskan bahwa pemerintah berhak mengawasi " aktivitas berbahaya "dan bukan informasi pribadi masyarakat.

Saya sengaja tidak hanya fokus pada konten Pornografi yang pasti tidak baik buat kita semua, apalagi di bulan Ramadhan. Tapi lebih juga kepada seberapa jauh dan seberapa bisa Pemerintah mampu mengontrol konten Internet yang diakses masyarakatnya. Selain Sistem Filtering yang harus dipersiapkan dengan baik (dalam artian Sistem yang handal, cepat dan akurat), tapi juga banyak hal lain yang harus diperhatikan. Mulai dari sosialisasi dan edukasi ke para pengguna Internet, aturan hukum yang melindungi kepentingan Pemerintah dan masyarakat.

Dari sisi teknologi, berikut saya cuplikan gambar topologi sistem Filter dari situs trust Posistif milik Kominfo:


Secara mudah bisa dijelaskan bahwa setiap kali rekan-rekan mengakses Internet, alamat yang anda tuju akan dibandingkan dengan daftar (list) mana yang boleh dan mana yang tidak. Detail daftar tersebut dapat di download di situs berikut:
http://trustpositif.depkominfo.go.id/files/downloads/database.html

Tapi bagaimanapun juga, setiap sistem pasti punya kelebihan dan kekurangan. Menurut beberapa pakar IT, sistem yang dipakai Kominfo bakal bisa mengalami overload sehingga bisa berhenti total jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, tidak semua konten yang negatif saja (pornografi, judi, phising dll) akan terblokir tapi juga beberapa situs lain misal Iklan, Bisnis berbasis Internet dan lain-lain pun bisa terblokir. Butuh suatu persiapan yang matang untuk membangun sistem filtering yang bisa memilah konten tapi juga tetap handal dengan trafik yang tinggi. Belajar dari pemerintah China dan Amerika yang sangat serius dalam hal ini, bahkan mereka juga mempersiapkan aturan hukum sehingga kalau ada yang merasa dilanggar privasi-nya, bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Ingat, yang diawasi bukan hanya konten negatif saja, konten APAPUN bisa diawasi.

Sesuai dengan bulan Puasa ini, sebenarnya filter yang paling efektif adalah di dalam hati/pikiran kita sendiri. Kita sendirilah yang bakal tahu apa yang boleh dan apa yang tidak sesuai dengan Agama yang kita anut dan etika yang berlaku di masyarakat. Bagi yang tetap berkeinginan mengakses konten negatif, berapa kuat/hebat sistem filtering dipakaipun, tetap akan ada cara lain untuk mengaksesnya. The choice is yours.....!

Semoga tulisan pendek ini bermanfaat buat bahan diskusi kita semua. Mohon maaf dengan keterbatasan pemahaman dan pengetahuan penulis.

Terimakasih dan salam
Surahyo

Wednesday, August 11, 2010

Once we release a content on the Internet, then it will not be removable forever



Dear all,

Setelah lama tidak menulis Blog yang serius mengenai TI, saya coba rangkum beberapa kejadian yang terjadi baru-baru ini menyangkut masalah penipuan melalui media elektronik, atau kasus penyebaran konten yang tidak layak di Internet, atau pemanfaatan Internet utk mengintimidasi orang/kelompok lain dan sebagainya.

Sebagai referensi awal, silahkan kalau ada waktu bisa dibaca beberapa tulisan saya sebelumnya:
1. Penipuan melalui Yahoo Messenger (atau Facebook dan lain-lain)
http://surahyo.blogspot.com/2010/06/penipuan-melalui-yahoo-messenger-atau.html
2. Perlukah etika dalam pemanfaatan media elektronik (berbasis TI)?
http://surahyo.blogspot.com/2010/01/dear-all-sekedar-tulisan-ringan-mungkin.html
3. Ancaman Keamanan pada Digital Lifestyle
http://surahyo.blogspot.com/2009/03/ancaman-keamanan-pada-digital-lifestyle.html
4. Jangan lupakan sisi keamanan (pada jaringan WiFi anda)
http://surahyo.blogspot.com/2009/03/jangan-lupakan-sisi-keamanan-pada.html
5. Hacker dan Security System
http://surahyo.blogspot.com/2006/11/dear-all-kalau-melihat-judul-di-atas.html

Kasus real yang saya hadapi baru-baru ini adalah penipuan melalui Yahoo Messenger, dimana seseorang berhasil mengambil alih account YM seorang teman dan mencoba menipu saya dengan meminta tolong utk transfer uang melalui ATM. Kasus lain adalah tadi pagi seorang teman dosen menemukan seorang mahasiswa yang menulis di blog tentang bagaimana dia melakukan kecurangan dalam mengerjakan ujian. Atau lain waktu saya menemukan foto-foto saya digunakan orang lain tanpa seijin saya. Dulu waktu aktif menulis blog-pun, saya sering menemukan orang lain meng-copy isi blog saya tanpa seijin saya.


Secara garis besar, apapun kegiatan yang kita lakukan di Internet baik itu berupa email, blog, situs jejaring sosial, upload video di Youtube maupun hal yang sejenis akan bertahan di dunia maya tanpa batasan waktu. Hal ini termasuk komentar kita di status FB, Notes, Blog dan lain sebagainya. Kenapa saya bisa mengutarakan demikian, karena konten yang kita unggah ke Internet bukan berada di sistem kita saja (PC/Notebook dan server kita), tapi juga dengan cepat akan menyebar baik diketahui maupun tidak ke seluruh sistem yg lain. Kalaupun kita men-delete isi email, komentar, Notes, blog dll pun, ada sistem lain (PC milik seseorang, server di tempat lain dll) yang sudah terlanjur meng-copy dan bahkan menyimpan di dalam memory temporary maupun permanen (didownload dan disimpan). Setelah itu konten tersebut akan cepat sekali menyebar ke berbagai sistem yg lain.

Dalam konteks keamanan, hal ini juga sangat berbahaya karena ada pihak tertentu bisa memanfaatkannya. Dalam konteks privacy, ada pihak lain yang semestinya tidak perlu menikmati suatu konten pribadi yg akhirnya menjadi milik publik. Dalam konteks etika, dengan mudah kita menjelek2kan seseorang atau suatu kelompok yg bisa dikonsumsi orang lain yg tidak perlu terlibat. Dan masih banyak masalah2 lain yang bisa timbul karena kecerobohan kita tersebut.

Monggo silahkan coba sebuah eksperimen sederhana bagaimana konten yg kita buat bisa otomatis diamati orang lain. Coba buatlah sebuah konten dengan nama sebuah negara yg sedang menjadi isu kontroversial akhir-akhir ini. Konten bisa berupa status, komentar, foto, notes, video dan lain-lain. Lalu setelah itu, ketikkan nama negara tersebut di "Search" Facebook, muncul di kategori "Interest". Klik link tersebut, disana silahkan klik "Related Posts", maka konten yg anda buat otomatis ada disana. Silahkan dicoba.....

Eksperimen berikutnya, silahkan kunjungi situs:
http://www.copyscape.com/
lalu masukkan Blog atau situs yang anda kelola untuk mencari situs-situs lain yang meng-copy konten kita tanpa ijin.

Atau permahir fungsi "Search" di Facebook untuk mengetahui apakah ada orang lain yang memperbincangkan kita, dan yang pasti adalah Google sendiri kalau di-optimalkan akan menjadi pelacak yang sangat hebat utk konten2 tertentu baik dari kita maupun orang lain.
Sebagai contoh, saya masih bisa menemukan konten berupa email di milist tahun 1999:
http://www.dbai.tuwien.ac.at/marchives/fuzzy-mail99/0962.html
tanpa harus masuk ke dalam milist tersebut. Usia konten ini berarti sudah 11 tahun!

Saya coba menunggu dulu komentar dan pertanyaan rekan2 FB, nanti akan saya bahas lebih mendalam lagi dalam bentuk diskusi, Semoga bermanfaat bagi rekan2 FB.


Salam,
Surahyo

Friday, June 18, 2010

Penipuan melalui Yahoo Messenger (atau Facebook dan lain-lain)


Dear all,

Sekedar mengingatkan bahwa akhir2 ini marak penipuan dengan mengatasnamakan teman/kolega/keluarga kita melalui Yahoo Messenger, Facebook, email dan lain-lain.
Ini sekedar contoh baru beberapa menit lalu, salah satu account YM kolega saya di Jakarta yang diambil alih seseorang.
Tambahan:
Kasus Butet di DetikNews:
http://www.detiknews.com/read/2010/05/27/151629/1365210/10/percakapan-butet-dengan-pembajak-akun-ym-jajang-c-noer
dan di Internet Sehat
http://ictwatch.com/internetsehat/2010/06/09/belajar-dari-kasus-butet-kenali-modus-pembajak-akun-ym/

Sejak awal percakapannya sudah aneh karena gaya bahasa-nya lain, catatan beliau adalah senior saya. Tapi karena saya penasaran, saya coba layani dan dipancing-pancing utk mendapat data tentang orang tersebut. Sayang mungkin akhirnya dia sadar, karena terus berhenti. Tapi paling tidak saya bisa mendapatkan Nama, No Rekening dan Kantor Cabang Bank yang dia pakai. Sebenernya kalau mau lebih sabar tadi, saya bisa dapat Alamat dan No HP. Sekalian secara teknis saya coba lacak IP Address utk mengetahui lokasi, sayang dia gak Accept file yang saya kirim. Yang saya dapat IP Server Yahoo terdekat yaitu 98.137.130.28:5050.

Silahkan dijadikan sebagai pelajaran, terutama agar kita berhati2.
Tips pertama: Pahami dan hapalkan gaya menulis teman kita. Dari usia, jabatan, keakraban, kegiatan2 yg pernah dilakukan bersama dll pasti akan ingat di otak. Jika ada percakapan yg melenceng dari itu, berhati-hatilah. Percayakan pada insting, kalau gaya nulis/bicara udh beda...that must be something wrong.
Tips berikutnya adalah konfirmasi ke pemilik asli baik melalui telpon maupun yang lain.
Selain itu, rutin mengganti password dan menggunakan kombinasi huruf besar/kecil, angka, & karakter.


----- deleted conversation---------
xxxxx: nanti coba saya konfirmasi lagi..
xxxxx: oia mas,saya bisa minta tolong dulu tidak?
surahyo: gimana mas?
xxxxx: mas,d atm ada saldo 2juta ga?
surahyo: gimana?
xxxxx: ada saldo 2juta ga?
surahyo: ada sih
xxxxx: bsa tolong transfer dulu nda mas?nanti jam 3 saya kembalikan
xxxxx: tolong
surahyo: ke rekening mana?
xxxxx: mas pake rek apa?
surahyo: mandiri ada, bca ada
xxxxx: yang bsa langsung yang mana mas?
surahyo: terserah saja aku manut
xxxxx: makasih mas
xxxxx: 1234567789 (dia menuliskan no rekening)
xxxxx: ini mas
xxxxx: bsa sekarang kan?
surahyo: atas nama?
surahyo: cabang mana
xxxxx: suatunama cabang suatukota
surahyo: oke...ini rekening siapa?
xxxxx: adik ku.
xxxxx: gmn?
surahyo: oke no problem
surahyo: mohon alamat lengkap dan no HP
---------------------------------------------------------
dan sementara berhenti sampai disini.

Berikut hasil email dari pemilik account yang diberi notifikasi Yahoo bahwa ada yg merubah password-nya:
---------------------------- Original Message ----------------------------
Subject: Your Yahoo! password was changed
From: yahoo-account-services-us@cc.yahoo-inc.com
Date: Mon, June 14, 2010 11:54 am
To: xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
--------------------------------------------------------------------------


Your Yahoo! ID is: pr*******
(ID partially hidden for your privacy)

The password for your Yahoo! ID was recently changed. You don't need to do
anything, this message is simply a notification to protect the security of
your account.
Your new password may take a few moments to become active. If it doesn't
work on your first try, please try it again later.

- Didn't change your password?
1. Someone changed your password on June 14, 2010 at 11:54am ICT. Please
sign in to your Yahoo! account to confirm you still have access after the
change.

2. Reset your password (https://edit.yahoo.com/forgot?intl=us&partner)
from any sign-in screen by clicking the forgotten password link.


3. Visit the Yahoo! Security Center (http://security.yahoo.com/) to learn
how to protect yourself from phishing attacks.

Regards,
Yahoo! Account Services
********************************************************
Please do not reply to this message. Mail sent to this address cannot be
answered.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga bermanfaat, salam.

Surahyo

Saturday, January 9, 2010

Perlukah etika dalam pemanfaatan media elektronik (berbasis TI)?


Dear all,

Sekedar tulisan ringan (mungkin tidak bermutu) dari saya di akhir tahun ini, untuk menyikapi beberapa kejadian akhir-akhir ini yang berhubungan dengan media elektronik baik Facebook, email, chat, blog, TV dan lain-lain.

Saat ini kita memasuki era dimana pengisi suatu konten berita (pendek/panjang) tidak hanya dari pengelola media, tapi bahkan para pembaca/anggotanya. Trend penulisan blog yang dahulu hanya digunakan untuk curhat, sekarang bisa digunakan untuk sarana marketing yang efektif. Mailing list yang dulu banyak digunakan untuk tukar cerita antar anggota yang mempunyai minat sama, bisa digunakan untuk menyebarkan infomarsi secara cepat. Facebook yang awalnya untuk berinteraksi antar anggota, sebagai media pengganti bersosialisasi secara fisik, sekarang pun bisa digunakan untuk menyebarkan berita, sarana marketing bahkan menggalang suatu kesepakatan bahkan gerakan dan lain-lain.

Hal yang bagus dari media elektronik adalah kecepatan dalam penyebarannya, sehingga efek yang diperoleh bisa secara instan. Tapi di lain pihak, kadang kebenaran berita belum tentu bisa dikonfirmasi dari awal, atau dibaca secara instan tanpa melihat kontekstual seperti kita berbicara langsung secara fisik, kadang-kadang bisa menimbulkan kesalahpahaman, kebingungan bahkan tuntutan hukum. Akhir-akhir ini kita cukup disibukkan dengan berbagai berita seperti Prita, KPK, Luna Maya dan sejenisnya. Bahkan liputan penggrebekan Noordin M Top selama 17 jam itu pun menimbulkan fenomena tersendiri. Sehingga kadang kita pun perlu mencermati apakah ada suatu koridor yang mampu membatasi kita supaya tidak timbul efek-efek yang berakibat negatif di kemudian hari.

Kesulitan dalam mengelola informasi/berita dalam media elektronik termasuk blog, email & FB ini adalah bagaimana mengontrol siapa saja yang berhak memanfaatkannya, apa efek yang akan ditimbulkannya dan seberapa jauh efek itu akan tertinggal, kalau ada koreksi apakah mudah dilakukan, dan lain sebagainya. Perlu diingat, apapun yang kita tulis baik itu hal baik maupun buruk akan selalu tertinggal di media elektronik sampai kapanpun. Walaupun sumbernya dihapus, masih ada copy-copy lain yang masih tertinggal. Apakah berupa log file pada server, di forward ke email/blog/FB lain, di-print-out untuk dikoleksi dan lain-lain.

Beberapa orang akan mengatakan bahwa hal tersebut harus diatur melalui suatu aturan baku seperti UU maupun yang sejenis. Tapi beberapa orang mengatakan bahwa etika sudah bisa digunakan untuk hal seperti ini. Untuk bisa membuat, memanfaatkan dan memelihara suatu UU yang berhubungan dengan hal-hal seperti ini pasti membutuhkan usaha yang tidak mudah, bahkan terjadi di negara-negara yang sudah maju. Sehingga mungkin kita bisa mencoba memahami dan menelaah lagi suatu yang pernah kita miliki, terutama sebagai umat beragama dan manusia yang berbudaya, yaitu etika. Etika bisa merupakan suatu kesepakatan di dalam suatu lingkungan yang memberikan arahan mana yang baik, buruk, salah, benar dan lain-lain. Sehingga memang di lingkungan berbeda bisa berlainan etika-nya.

Kembali pada pemanfaatan media elektronik (berbasis TI), mengingat adanya kelebihan dan kekurangan yang disebut di atas, sepertinya kita butuh etika dalam menuliskan, mengungkapkan, membagikan berbagai informasi kepada semua orang. Kekakuan penyelesaian masalah karena penggunaan aturan baku (misal hukum) kadang-kadang akan membuat kesulitan kita dalam mendapatkan solusinya. Insya Allah, jika kita bisa bersikap bijak dan memahami etika yang berlaku, dan pasti mengacu pada ajaran agama kita masing-masing, solusi bisa kita dapatkan dengan baik.

Sekali lagi, ini hanya sekedar tulisan saya yang sangat sederhana, tanpa landasan pemahaman yang mendalam mengenai topik di atas. Paling tidak saya mencoba untuk belajar menulis sesuatu yang lebih berguna baik melalui Notes, status, komentar, foto dan lain-lain. Kadang masih terjadi kekhilafan dalam hal-hal tersebut, baik di blog, email, & FB tapi saya akan berusaha memperbaikinya. Ketidak hati-hatian saya dalam menulis status, memberikan komentar pada orang lain tanpa konfirmasi atau cek-ricek, mengupload foto yang tidak berkenan dan masih banyak yang lain. Mohon maaf jika selama ini ada hal-hal yang disengaja ataupun tidak, yang menimbulkan ketidaknyamanan Blogger yang lain. Jika dimungkinkan, pasti akan saya usahakan untuk memperbaikinya.

Sebagai penutup, saya kebetulan menemukan sebuah tulisan di blog yang saya coba pahami dan renungkan artinya. Sebuah cara bagi saya untuk melakukan koreksi diri terhadap diri saya yang sering melakukan kesalahan. Silahkan dibaca di:

Bicara Menentukan Peribadi:
http://jqafsadr.blogspot.com/2009/02/bicara-menentukan-peribadi.html

Semoga bermanfaat buat rekan-rekan Blogger, salam dan terimakasih
Surahyo

Thursday, April 30, 2009

Blog sebagai sarana CRM bagi perusahaan kecil


Dear all,

Seperti yang sudah diulas di edisi sebelumnya, saat ini Teknologi Informasi di Internet memungkinkan kita bisa mengelola hubungan dengan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM). Saat ini, tantangan perusahaan baik besar maupun kecil adalah bagaimana mengetahui dan memahami pelanggan mereka yang jumlahnya sangat besar, dengan lokasi yang berbeda-beda dan membeli produk/jasa kita yang sangat beragam. Jika dilakukan secara manual (analog) pasti akan sangat melelahkan karena semua data pelanggan harus disimpan dengan rapi dan teliti pada suatu buku atau dokumen fisik. Belum lagi jika saat kita membutuhkan, bakal memberikan kesulitan dalam mencari data-data tersebut.

Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam penanganan hal-hal tersebut. Adanya aplikasi-aplikasi CRM akan membuat perusahaan makin baik dalam mengelola hubungan dengan pelanggannya. Perusahaan akan makin memahami siapa saja pelanggannya, layanan apa yang mereka beli dari kita, respon bagaimana yang harus kita berikan jika ada keluhan adalah beberapa keuntungan dari penerapan CRM. Di artikel ini akan dibahas satu kegiatan dari CRM yang berupa Marketing dan Customer Service, selain kegiatan Sales.

Saat ini Internet menjadi salah satu pilihan bagi banyak perusahaan dalam membangun kanal (channel) layanan ke pelanggan. Pelanggan tidak harus datang ke toko/perusahaan secara fisik, kapan pun dan dimana pun pelanggan bisa berinteraksi dengan toko/perusahaan tersebut. Untuk itu banyak perusahaan yang sudah membuat situs (website). Dengan adanya website, pelanggan cukup mencari di mesin pencari (Search Engine) seperti Google maupun Yahoo dan akan mudah menemukan situs kita. Mereka bisa melihat siapa kita, jenis produk/layanan apa yang kita miliki, bagaimana jika ingin kontak dengan kita dan sebagainya. Saat ini teknologi dalam pengembangan website makin berkembang pesat sehingga memudahkan perusahaan dalam memulainya, tanpa harus memiliki sumber daya TI sendiri melainkan cukup menyewa pada ISP (Internet Service Provider).

Salah satu pemanfaatan teknologi di website adalah satu layanan website pribadi yang dulunya ditujukan untuk sarana sharing (curhat) bagi penggunanya. Layanan tadi disebut Weblog yang akhirnya disingkat menjadi Blog, dan merupakan salah satu layanan yang mengacu pada Web 2.0 (baca Web generasi kedua). Secara teknologi, tidak ada perbedaan mendasar dari website maupun blog. Yang membedakan adalah pemanfaatannya, dimana di era Blog ini kita bisa melakukan interaksi dua arah dengan pelanggan. Pelanggan tidak hanya sekedar melihat isi dari produk/jasa yang kita tawarkan, tapi mereka bisa melakukan diskusi dengan perusahaan atau dengan pengguna lain. Mereka bisa memberikan komentar atau bertanya langsung tanpa melalui pemahaman teknologi Internet yang rumit.

Dengan menggunakan Blog, perusahaan kecil menengah (UKM) bisa memulai membuat website secara mudah dan gratis. Berbagai layanan Blog bisa digunakan dengan mudah, mulai dari Blogspot (www.blogger.com), WordPress (www.wordpress.com), dan masih banyak lagi yang lainnya. Perusahaan cukup mendaftar pada situs-situs yang menyediakan layanan tadi, dan memilih alamat yang mudah diketahui dan dicari oleh pelanggan. Setelah mendapatkan alamat, kita kemudian memilih template (kerangka) dari tampilan dan bisa memulai mengisi konten dari Blog. Biasanya kita bisa memulai dengan membuat Company Profile dan membuat daftar produk/jasa yang ingin kita tawarkan.

Sampai pada tahap tersebut, Blog akan sama dengan teknologi website sebelumnya. Tapi perbedaan yang mendasar disini, mengacu pada CRM di bagian Customer Service, pelanggan bisa memberikan komentar langsung pada artikel yang kita pasang. Mereka bisa memuji, bertanya dan tentunya mengkritik kita sehingga terjadi diskusi antara perusahaan dan pelanggan. Bagi perusahaan, akan sangat menguntungkan jika kita mampu dengan cepat merespon kebutuhan pelanggan tanpa harus menunggu jam buka toko/perusahaan. Menu buku tamu di Blog saja juga sudah mempermudah mereka bertanya tanpa harus ketemu secara fisik.

Blog sesuai dengan konsep Web 2.0, juga memudahkan kita untuk mengisi konten dengan lebih dinamis, menarik dan interaktif. Perusahaan dengan mudah bisa menyertakan foto, musik maupun video pada Blog tanpa harus memahami TI secara mendalam. Jika diinginkan, perusahaan bisa menyatukan layanan dari website lain (disebut Mashup), tanpa harus memahami cara pemrogaman web. Misal, kita ingin menyertakan fungsi jam, kalendar, buku tamu, pergerakan mata uang, chatting dan lain sebagainya langsung di atas Blog kita. Tentunya, jika kita ingin mempunyai Blog yang handal dan cepat, kita bisa memilih paket yang harus dibayar dibanding yang gratis. Dengan paket seperti itu, nama Blog pun bisa kita sesuaikan misal www.perusahaan.com bukan perusahaan.blogspot.com atau perusahan.wordpress.com dan sejenisnya. Tutorial mengenai cara pembuatan Blog pun sangat mudah ditemukan di Internet, sehingga siapapun bisa memulai Blog dengan mudah.

Tahap terakhir tentunya memperkenalkan Blog kita kepada pengguna baik melalui cara tradisional seperti menuliskan alamat Blog di kartunama, spanduk dan lain-lain maupun secara digital. Blog harus didaftarkan pada mesin pencari (Search Engine) sehingga mudah diketemukan pelanggan. Selain itu kita harus rajin meng-update konten, bergabung dengan berbagai forum dan mailing list untuk memperkenalkan Blog kita, sering mengunjungi Blog lain untuk memberikan komentar dan lain sebagainya. Perlu diingat, Blog adalah sarana pembantu (tool), jadi tetap konsep CRM kitalah yang akan menentukan apakah Blog tersebut akan berhasil membantu kinerja penjualan maupun pelayanan pelanggan atau tidak. Semoga artikel pendek ini membantu memberikan pemahaman mengenai Blog dan pemanfaatannya. Salam, surahyo

Monday, April 13, 2009

Sistem Operasi Alternatif : Linux Ubuntu


Dear all,

Sekedar sharing tentang penggunaan Operating System alternatif yaitu Linux Ubuntu. Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 12 April 2009, untuk konsumsi masyarakat awam sehingga tidak terlalu teknis. Semoga bermanfaat, salam.

Para pengguna komputer pasti sudah sangat familiar dengan Sistem Operasi yang tersedia di komputer mereka yaitu Microsoft (MS) Windows. Sistem Operasi dari perusahaan Microsoft itu sudah dikenal sejak lama, setelah pengguna terbiasa menggunakan MS DOS di era awal 1990an yang masih menggunakan text (text-based) dalam pengoperasiannya. Dalam perkembangannya MS Windows dimulai dari versi Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, Windows ME, Windows XP, Windows Vista dan sebentar lagi Windows 7.

Sistem Operasi MS Windows adalah produk komersial dari perusahaan Microsoft, dimana pengguna diharuskan membayar lisensi atas penggunaan aplikasi mereka. Biaya yang dibayarkan bisa beragam karena versi MS Windows itu bisa berupa Home Edition, Professional/Business Edition maupun Server Edition. Sayangnya bagi kita yang tinggal di negara berkembang, biaya tersebut cukup mahal mengingat minimal biaya per lisensi bisa mencapai 1 juta rupiah. Untuk itu para pengguna komputer bisa mempertimbangkan Sistem Operasi yang bebas biaya dan masuk kategori Open Source yaitu Linux.

Aplikasi Open Source adalah aplikasi yang awal mulanya dikembangkan oleh para komunitas TI di dunia, bukan berasal dari satu perusahaan komersial. Dengan kata lain, aplikasi tersebut bebas (free) digunakan oleh siapapun untuk keperluan apapun di lingkungan manapun. Aplikasi Open Source juga diartikan aplikasi yang terbuka sumber kode-nya (source code) sehingga memungkinkan para pengembang (developer) aplikasi untuk memodifikasi sesuai kebutuhan pengguna dan meningkatkan kinerjanya. Pengguna bisa menggunakan secara gratis, memperbanyak bahkan membagikan ke siapapun tanpa perlu dipungut biaya sama sekali. Hal lain yang sangat berguna adalah pengguna tidak perlu dipusingkan adanya virus atau aplikasi pengganggu sejenisnya, yang biasa terjadi di aplikasi komersial seperti MS Windows dan lain-lain. Aplikasi jenis Open Source sangat beragam mulai dari Sistem Operasi, aplikasi perkantoran (OpenOffice), browser (Firefox), dan lain sebagainya.

Salah satu Sistem Operasi kategori Open Source yang terkenal saat ini adalah Linux Ubuntu (www.ubuntu.com). Ubuntu adalah salah satu Sistem Operasi yang sangat mudah digunakan, bahkan untuk mencobanya pengguna tidak perlu melakukan instalasi di komputer mereka. Dengan menggunakan Ubuntu Live CD, pengguna cukup memasukkan CD tersebut ke komputer, melakukan restart dan berikutnya Ubuntu akan bisa dioperasikan secara langsung. Proses instalasi Ubuntu pun relatif mudah, walaupun bagi pengguna yang ingin menggunakan Ubuntu sebagai pelengkap dari MS Windows yang sudah ada memerlukan sedikit pemahaman teknis mengenai cara partisi harddisk. Dengan cara instalasi seperti ini, pengguna bisa mempunya 2 (dua) Sistem Operasi di komputer, yang bisa dipindah (switch) sesuai kebutuhan. Dengan kebutuhan hardware minimal yang setara MS Windows XP, Ubuntu bisa diinstal dalam waktu 30-60 menit. Hal lain yang sangat membantu pengguna awam adalah menu instalasi bisa menggunakan bahasa Indonesia. Begitu juga menu-menu aplikasi di dalam penggunaan desktop di Ubuntu bisa diatur agar menggunakan bahasa Indonesia.

Ubuntu terbaru versi 8.10 seperti yang sebelumnya, sudah dilengkapi berbagai aplikasi Open Source lain yang lain bisa kita pakai. Aplikasi-aplikasi tersebut antara lain aplikasi perkantoran OpenOffice versi 2.4, browser Firefox, email dan kalendar Evolution, media player untuk musik dan video Rhythmbox dan masih banyak lagi. Pengguna tidak perlu melakukan instalasi tambahan jika hanya ingin digunakan untuk kebutuhan standar. Fitur lain yang sangat membantu adalah tersedianya kemudahan untuk koneksi Internet dengan menggunakan modem 3.5G yang sekarang sedang banyak dipakai di Indonesia. Pengguna tinggal mencolokkan modem ke port USB atau PCMCIA/Express Card komputer dan sudah tersedia menu untuk koneksi Internet sesuai provider yang disewa.

Hal yang memudahkan bagi pengguna adalah hampir semua file/dokumen yang pernah dibuat di atas MS Windows akan bisa dibaca dan dimodifikasi di atas aplikasi-aplikasi Ubuntu. File-file dengan format MS Office akan dengan mudah dibaca dan dimodifikasi oleh aplikasi OpenOffice. Pengguna bisa mengakses folder-folder di partisi harddisk MS Windows, atau di flashdisk maupun harddisk eksternal yang diformat oleh MS Windows sehingga tidak ada kekuatiran terhadap kesulitan akses data sama sekali. Kelebihan yang sangat membantu pengguna adalah tidak adanya virus yang bakal mengganggu pekerjaan kita, jika kita menggunakan aplikasi-aplikasi jenis Open Source ini. Jika hardware dari kartu grafis komputer mendukung, Ubuntu juga mempunyai tampilan yang sangat bagus dan mendukung 3 Dimensi sehingga membuat tampilan desktop anda sangat berbeda.

Ubuntu versi terbaru dengan kode Ubuntu 9.04 akan diluncurkan pada 23 April 2009 ini. Pengguna bisa mendapatkan CD tersebut dari berbagai majalah komputer atau meminjam dari teman yang sudah memilikinya. Jika memungkinkan, pengguna juga bisa mendownload dari situs Ubuntu tanpa dibebani biaya apapun. Saat ini, pembajakan aplikasi komersial di Indonesia sudah menjadi hal yang lumrah/biasa. Ini juga disebabkan harga aplikasi komersial masih dirasa mahal oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan aplikasi Open Source seperti Linux Ubuntu ini akan menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi angka pembajakan aplikasi.

Saturday, April 11, 2009

Windows 7 sebagai Sistem Operasi terbaru Microsoft



Dear all,

Sekedar sharing pengalaman saya menggunakan Sistem Operasi terbaru dari Microsoft, (walaupun saya pecinta Ubuntu Linux). Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 5 April 2009. Semoga memberikan wawasan baru, salam.

Setelah mengalami beberapa masalah dalam penjualan Windows Vista, Microsoft berencana meluncurkan versi terbaru Sistem Operasi mereka yaitu Windows 7. Seperti kita ketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini penggunaan Windows Vista di berbagai perusahaan mengalami masalah dengan tidak adanya kompatibilitas dengan beberapa aplikasi bisnis yang mereka pakai. Selain itu, Windows Vista terlalu boros dalam menggunakan sumber daya (resources) hardware di computer sehingga menyulitkan dalam penggunaannya. Akibatnya, banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke Windows XP. Hal itu menyebabkan Microsoft mengeluarkan update-update terbaru bagi Windows XP yang sebelumnya oleh Microsoft direncanakan akan dihentikan penjualannya.

Saat ini pihak Microsoft sudah menyediakan Windows 7 versi Beta, yang artinya pengguna bisa men-download langsung dari situs Microsoft tanpa dikenakan biaya karena masih dalam tahap ujicoba. Pengguna juga bisa meng-copy atau mendapatkan DVD untuk menginstall Sistem Operasi tersebut dari beberapa majalah computer yang menyediakan secara gratis di edisi-edisi terbaru mereka. Hal penting yang perlu dicermati dalam penggunaan Windows 7 Beta adalah pihak Microsoft tidak menangggung resiko apapun jika terjadi suatu masalah dalam penggunaannya. Tujuan dari versi Beta adalah untuk mendapatkan masukan (feedback) sebanyak mungkin dari pengguna sehingga nanti dalam peluncuran resminya sudah bisa memenuhi kebutuhan terbaru dan memperbaiki kekurangan yang terjadi.

Penulis sudah mencoba menggunakan Windows 7 Beta beberapa minggu terakhir ini, dengan catatan Sistem Operasi ini tidak di-install tunggal tapi menyertai Windows XP dan Linux yang sudah ada di computer. Bagi pengguna yang ingin mencoba, pada saat instalasi akan disarankan untuk tidak menggunakan Windows 7 sebagai pengganti Windows XP maupun Vista yang sudah ada. Salah satu perbaikan yang terasa adalah kebutuhan minimal hardware untuk installasi lebih sedikit dibanding Windows Vista. Hal itu mengakibatkan proses instalasi menjadi makin cepat dan mudah. Diikuti proses startup yang lebih cepat, dan tampilan yang lebih bersih dan atraktif.

Hal lain yang membedakan dengan Windows Vista adalah tampilan yang lebih menarik dan penggunaan menu yang lebih sederhana. Fitur User Account Control (UAC) yang sering merepotkan pengguna Windows Vista sudah diperbaiki, sehingga pengguna Windows 7 tidak merasa terganggu. Taskbar juga disederhanakan sehingga jika pengguna membuka banyak aplikasi dan data, tidak akan membuat penuh menu di taskbar Windows 7. Jenis aplikasi dan data akan dikelompokkan di taskbar, sehingga proses perpindahan (switching) antar aplikasi dan data jadi lebih cepat dan mudah. Tampilan grafis dari desktop pun jadi lebih indah dan menyenangkan, diikuti sentuhan 3D pada beberapa bagian.

Penulis mencoba menginstalasi beberapa aplikasi standar bisnis seperti MS Office dan OpenOffice, Acrobat Reader, browser Firefox termasuk free antivirus Avast dan lain-lain. Sejauh ini belum menemui kendala dalam penggunaan, termasuk penggunaan aplilasi untuk koneksi Internet menggunakan Broadband Wireless (3G dan 3.5G). Jika menemui kendala, di setiap menu sudah disediakan shortcut bagi pengguna untuk memberikan feedback langsung ke Microsoft dalam penggunaan. Microsoft sendiri merencanakan akan meluncurkan Windows 7 sekitar bulan September atau Oktober 2009. Tentunya akan banyak perbaikan-perbaikan berdasarkan masukan para pengguna versi Beta saat ini. Banyak pihak baik perorangan maupun perusahaan berharap bahwa Windows 7 bisa menjadi solusi bisnis yang handal seperti Windows XP sebelumnya. Saat ini memang menjadi tantangan yang berat bagi Microsoft untuk bisa mempertahankan dominasi pasar Sistem Operasi diantara pilihan lain seperti Apple Macintosh dan Linux yang semakin bertambah jumlah penggunanya.

Tuesday, March 31, 2009

Virus dan Antivirus



Dear all,

Sekedar sharing artikel saya mengenai Teknologi Populer yang sudah dimuat di Harian Jogja edisi 29 Maret 2009. Isu ancaman serangan virus yang akan selalu ada di lingkungan kita. Semoga memberikan wawasan baru, salam.

Para pengguna komputer pasti sudah familiar dengan apa yang disebut Virus Komputer, apalagi jika menggunakan Sistem Operasi Microsoft Windows. Virus komputer adalah aplikasi komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam aplikasi atau dokumen lain. Virus komputer bisa diumpamakan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat mengganggu (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat koneksi pada jaringan menjadi lambat (bahkan berhenti sama sekali), atau tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya merusak perangkat lunak komputer (dan data) tapi tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer. Beberapa jenis virus komputer tertentu dapat memaksa processing berlebihan pada perangkat tertentu misalnya Graphic Card, Memory maupun Processor. Efek negatif yang ditimbulkan akan membuat sumber daya pada komputer menjadi berkurang secara signifikan. Akibatnya, pengguna merasa komputernya menjadi sangat lambat sekali dalam memproses berbagai hal. Secara statistik, hampir 95% lebih virus adalah virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Macintosh maupun sistim operasi lain misal UNIX.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pengguna perlu menggunakan aplikasi Anti Virus. Jenis aplikasi ini dapat mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut. Cara kerja antivirus cukup sederhana dengan mencari tanda-tanda dari keberadaan virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dipelajari oleh vendor antivirus. Kode virus kemudian dikelompokan sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, sehingga pengguna harus rajin untuk meng-update basis data (signature) virus agar tidak terserang virus-virus baru. Hal yang menjadi tantangan bagi para vendor antivirus adalah adanya varian baru virus, yang sudah dimodikasi programmer lokal. Hal ini akan menyulitkan pengguna komputer yang menggunakan antivirus dari suatu vendor terkenal, tapi gagal mendeteksi virus lokal.

Cara lain dari antivirus dalam mendeteksi ancaman virus adalah menggunakan pendekatan memahami perilaku aplikasi normal pada suatu komputer. Jika ada kegiatan anomali (tidak wajar) pada suatu aplikasi yang berjalan, antivirus akan mendeteksi dan menutup akses yang tidak wajar tersebut. Beberapa vendor menyebut cara ini dengan Behavior Blocking Detection, walaupun belum banyak yang menerapkan. Saat ini, jenis virus terbaru yang nantinya bakal merepotkan vendor antivirus adalah jenis virus yang akan membuat kode (perilaku) yang sangat spesifik ke setiap korban sehingga antivirus tidak akan mengenalinya.

Dikarenakan sebagian besar vendor masih menggunakan cara tradisional dalam mendeteksi dan menghilangkan virus-virus, pengguna komputer diharuskan selalu waspada terhadap ancaman virus terbaru, tidak peduli menggunakan antivirus dari vendor manapun. Kedisplinan pengguna seperti rajin meng-update basis data virus, berhati-hati dalam menggunakan layanan jaringan lokal dan Internet (baik untuk browsing, chatting dan email) maupun transfer file menggunakan flashdisk akan sangat membantu mengurangi resiko. Beberapa situs lokal bisa dijadikan referensi untuk memantau perkembangan virus terbaru terutama virus lokal, seperti http://vaksin.com atau http://www.virologi.info dan beberapa situs lain yang bisa ditemukan melalui Search Engine. Cara lain untuk menghindari ancaman virus adalah penggunaan Sistem Operasi selain Microsoft Windows, misal menggunakan Macintosh ataupun Linux. Walaupun cara ini akan memaksa pengguna komputer harus belajar hal baru dalam menggunakan/mengoperasikan komputernya. Sebagai penutup, penulis mengingatkan bahwa teknologi pengembangan virus akan selalu berkembang dan berkejar-kejaran dengan vendor antivirus. Apapun jenis antivirus-nya, jika pengguna tidak berhati-hati akan tetap mendapatkan ancaman serangan virus. Kebiasan membuat data cadangan (backup) adalah langkah tambahan yang juga harus selalu dilakukan para pengguna komputer. Hal ini juga berlaku pada para pengguna handphone yang juga rentan terhadap serangan virus.

Thursday, March 26, 2009

Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Touchscreen


Dear all,

Sekedar sharing Teknologi Populer mengenai Touchscreen. Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 8 Maret 2009. Semoga berguna, salam.

Saat ini sudah menjadi hal biasa bagi kita untuk melihat berbagai device, baik itu notebook, handphone maupun layar PC, menggunakan teknologi touchscreen. Teknologi touchscreen adalah suatu display/layar yang digunakan untuk mengetahui keberadaan dan lokasi suatu “sentuhan” di dalam suatu area. Terminologi ini mengacu pada kontak atau sentuhan pada layar dengan menggunakan jari atau tangan. Teknologi ini juga bisa mengetahui sentuhan dari obyek pasif seperti stylus dan sejenisnya.

Sampai awal tahun 80an, teknologi touchscreen hanya bisa mengenali satu titik sentuhan, tapi dalam perkembangannya sekarang bisa mengenali beberapa titik sentuhan (multi-touch). Contoh yang terbaru adalah produk terkenal dari Apple berupa iPhone maupun MacBook Air di touchpad-nya. Cara kerja touchscreen pun sebenarnya cukup mudah. Setiap kali kita menyentuh layar tersebut akan terjadi perubahan state (status) pada layar yang kemudian akan dipahami oleh software untuk diterjemahkan menjadi suatu informasi.


Device yang memanfaatkan touchscreen akan memberikan kemudahan dan kecepatan akses bagi penggunanya. Kita tidak perlu repot untuk mencari tombol pada keyboard/keypad dalam mengeksekusi suatu perintah. Pengguna yang sudah terbiasa, akan secara optimal mengakses menu-menu yang paling sering digunakan sehingga proses keseluruhan akan lebih cepat. Beberapa contoh penerapan pada notebook/PC ataupun handphone, menu-menu utama akan lebih mudah diakses. Notebook jenis Tablet atau layar PC touchscreen pada ATM/vending machine/kiosk sangat terbantu dalam hal ini. Menu sudah disusun sedemikian rupa sehingga pengguna tidak perlu banyak berpikir, langsung menyentuh pada layar dan perintah akan segera dieksekusi. Contoh lain, device untuk mengetahui inventory pada gudang atau kondisi barang pada rak di supermarket akan lebih cepat dan mudah jika menggunakan touchscreen. Teknologi yang terbaru bahkan memungkinkan kita menulis dengan jari atau stylus, dan diterjemahkan seperti apa adanya. Hal ini sering disebut kemampuan Handwriting Recognition (pengenalan tulisan/gambaran tangan). Produk Apple seperti iPod maupun touchpad di MacBook Air malah bisa mengenali sentuhan pada beberapa titik sekaligus (multi-touch) tanpa ada masalah. Sebagai contoh, zooming foto/gambar pada iPhone bisa dilakukan dengan menggerakan 2 jari sekaligus.

Walaupun begitu, ada beberapa kelemahan yang timbul. Jika kita ingin memberikan perintah yang kompleks misalnya mengetik dengan cepat suatu kalimat pada layar, kadang terjadi error yang diakibatkan software tidak mampu menterjemahkan apa yang kita input-kan. Juga pada teknologi touchscreen yang lama, sentuhan berbarengan pada beberapa titik sekaligus akan membingungkan software dalam memahaminya.Teknologi touchscreen juga akan menyumbangkan tambahan biaya pada device tersebut. Notebook atau HP yang menggunakan teknologi ini akan lebih mahal harganya dengan device tanpa touchscreen walaupun fungsi-fungsinya sama. Sehingga perlu dipertimbangkan pada saat membeli, apakah kita sudah benar-benar membutuhkan teknologi tersebut atau tidak.

Teknologi touchscreen membutuhkan perawatan khusus, dimana layar harus selalu terjaga kebersihannya agar sentuhan (input) bisa diterjemahkan dengan tepat. Bagi yang suka ceroboh dalam menggunakan device, sebaiknya pertimbangkan pemilihan teknologi ini. Jika rusak, akan sia-sia harga mahal yang kita bayar pada device tersebut. Saat ini teknologi touchscreen sangat tepat digunakan pada device yang membutuhkan interaksi sederhana dan pengguna ingin memanfaatkan secara cepat dan akurat. Tapi jika interaksi yang akan kita lakukan cukup kompleks, mungkin keypad/keyboard dikombinasikan mouse/pointer masih merupakan pilihan terbaik. Semoga dalam perkembangannya, teknologi touchscreen makin murah, pintar dan akurat dalam memahami input, sehingga kedepan makin banyak device yang bisa kita manfaatkan dengan bantuan teknologi tersebut. Salam, surahyo.

Pemanfaatan Database pada Perusahaan Kecil


Dear all,

Sekedar sharing tentang pentingnya pemanfaatan Database bagi suatu organisasi baik skala besar maupun kecil. Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 22 Maret 2009. Semoga memberikan wawasan baru, salam.

Saat ini tiap organisasi/perusahaan baik itu skala kecil, menengah maupun besar sudah menggunakan sistem informasi untuk membantu kegiatan operasionalnya. Bagi perusahaan skala menengah dan besar, mereka biasanya sudah menggunakan aplikasi berbasis pada database sehingga mempermudah dalam pencarian dan pemanfaatan informasi yang dipunyai. Dengan dukungan dana dan divisi Teknologi Informasi yang ada, perusahaan tersebut tidak sulit dalam mengembangkan sistem informasi tersebut. Sekarang bagaimana dengan perusahaan skala kecil dalam membangun database seperti itu?

Sebelum kita bahas lebih dalam, apa sebenarnya definisi dari database itu sendiri? Database adalah kumpulan informasi yang dapat diatur dan diakses berdasarkan struktur logik dari informasi tersebut. Dengan kata lain, berbeda dalam pencarian informasi di atas aplikasi spreadsheet dimana kita harus tahu nama file, nama sheet kemudian di kolom dan baris keberapa, baru kita bisa temukan informasi tersebut. Dengan menggunakan DBMS (Database Management System), pencarian informasi akan dapat dilakukan dengan mudah. Database Management System adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat organisasi logik dari database dan bagaimana cara mengaksesnya.

Mengapa dibutuhkan pengelolaan data? Perusahaan harus bisa memantau apa yang terjadi pada kegiatan operasional sehingga bisa mengambil langkah yang cepat dan tepat jika terjadi masalah. Misal penjualan yang cepat harus diikuti manajemen inventori yang cepat pula. Bagian keuangan juga dengan cepat bisa menghitung rugi dan laba untuk membantu manajemen dalam menentukan apakah perlu menambah produksi, membeli bahan mentah dan lain sebagainya. Langkah pertama dari perusahaan kecil dalam membuat database adalah membuat standarisasi pada seluruh data-data yang ada. Standar tadi meliputi Identifier, Naming, Definition, Integrity Rule, dan Usage Right. Kemudian menentukan jenis aplikasi DBMS apa yang sesuai untuk dipakai dalam membantu penyusunan dan pemanfaatan data-data tersebut.

Aplikasi DBMS populer yang tersedia antara lain adalah Microsoft Access atau aplikasi kategori Open Source seperti OpenOffice Base yang bisa secara didapat gratis. Aplikasi-aplikasi tersebut digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Setelah database selesai dibuat, perusahaan skala kecil bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk mendukung kegiatan operasional. Kegiatan tersebut disebut Online Transaction Processing (OLTP) yang meliputi pengumpulan info, pemrosesan info, memperbaharui info. Database yang mendukung OLTP disebut Database Operasional (Operational Database).

Setelah memanfaatkan aplikasi DBMS, langkah berikut adalah mengelola informasi. Hal ini bukan suatu pekerjaan yang mudah, meliputi siapa yang bisa melihat dan menggunakan, bagaimana mem-backup, berapa lama harus disimpan, teknologi penyimpanan yang tepat dan lain-lain. Sebagai penutup, sudah saatnya perusahaan kecil beralih dalam pengelolaan informasi yang dimiliki dengan menggunakan aplikasi DBMS, tidak lagi hanya menggunakan Spreadsheet saja. Kemudahan dalam pencarian informasi akan membantu perusahaan kecil dalam memantau kegiatan operasional dan mempermudah dalam pengambilan keputusan. Semoga bermanfaat, salam (surahyo).

Tuesday, March 17, 2009

Ancaman Keamanan pada Digital Lifestyle



Dear all,

Saat ini sudah menjadi hal yang biasa jika seseorang mempunyai beberapa handphone termasuk nomernya, nomer rekening di bank, kartu kredit, akun email, akun Instant Messaging dan akun situs Social Networking. Bagi sebagian orang, hal-hal tersebut disebabkan bukan oleh kebutuhan tapi lebih kepada ikut-ikutan terhadap lingkungan terdekatnya (Life Style). Sepertinya terlihat keren dan modern, tapi jika tidak dikelola dengan baik hal-hal tersebut akan menjadi ancaman keamanan terutama privacy bagi pemiliknya.

Di dalam Digital Lifestyle, yang paling penting di masing-masing akun adalah adanya identitas pemilik. Identitas pemilik yang berupa ID yang unik berupa nomer KTP atau passport, akan diasosiasikan dengan database di perusahaan penyedia layanan (telekomunikasi, perbankan, email, Social Networking).

Menariknya lagi, antar ID di layanan berbeda akan saling berkaitan satu sama lain. Misal di dalam database rekening kita di bank, akan tercatat nomer handphone dan alamat email. Profil di dalam Social Networking (Friendster, Facebook dan sejenisnya) juga tercatat nomer handphone dan alamat email. Sebaliknya, dalam profil kita di handpone atau email kadang kita tulis alamat email bahkan nomer rekening bank atau kartu kredit. Bisa dilihat suatu benang merah, jika kita berhasil mendapatkan salah satu ID dari seseorang akan bisa membawa kita kepada ID-ID yang lain dari pemiliknya.

Yang lebih berbahaya lagi, sebagian orang karena tidak mau repot, menggunakan PIN atau password yang dihubungkan dengan ID dari layanan lain. Sebagai contoh, PIN ATM kadang menggunakan modifikasi tanggal lahir atau nomer handphone. Password email atau Social Networking bisa menggunakan modifikasi nomer ATM atau nama/tanggal lahir dan sebagainya. Sekarang tinggal mau dimulai dari mana kita akan melakukan penggalian informasi awal dari suatu ID (misal nomer handphone atau alamat email) untuk mendapatkan informasi berikutnya yang lebih penting (nomer rekening bank berikut PIN ATM). Teknik ini sering disebut sebagai Social Engineering Attack dimana penyerang (attacker) akan mulai mempelajari karakteristik seseorang, kemudian akan meminta informasi yang lebih detail dengan cara memancing korban melalui SMS, telepon atau email yang seolah-olah resmi dan bisa dipercaya.

Salah satu contoh skenario adalah mengirim SMS yang berisi pemberitahuan bahwa pemilik nomer tadi mendapatkan hadiah dari suatu perusahaan. Korban akan dipancing untuk ke ATM dan melakukan beberapa aktifitas dipandu melalui telepon, dimana tujuan akhirnya adalah mengirimkan sejumlah uang ke penyerang. Cara ini juga bisa dilakukan melalui email untuk meminta korban mengunjungi suatu situs (seolah-olah) asli suatu layanan Internet Banking, dan korban diminta mengisi data-data penting seperti username dan password.

Kenapa data-data kita bisa didapat dengan mudah oleh mereka? Langkah awal yang bisa dilakukan misal membaca data-data yang terdapat di handphone dari seseorang yang telah dijual, hilang atau dicuri. Handphone sekarang sudah menjadi digital wallet (dompet digital) dimana kita menyimpan semua nomer-nomer rekening bank, kartu kredit dan alamat email. Beberapa orang tidak menghapus data-data penting di handphone pada saat dia menjualnya. Cara lain adalah menyadap percakapan di fasilitas WiFi yang sekarang tersedia bebas dan gratis di café, hotel, kampus dan lain-lain. Saat ini kita dengan bebasnya menggunakan layanan tersebut dan secara tidak sadar mengirimkan data-data penting melalui chatting, email, diskusi di Social Networking dan lain-lain. Kebanyakan layanan WiFi yang ada sekarang tidak dilindungi oleh sistem keamanan seperti penyandian dan otentikasi sehingga sangat mudah disadap. Cara lain yang lebih sulit dan membutuhkan waktu adalah mempelajari karakteristik korban melalui Social Networking (Friendster/Facebook dll) dengan membaca profil, memahami isi percakapan antar teman, atau aktifitas-aktifitas lain. Setelah mendapatkan data yang cukup, penyerang akan mencoba menggali lebih dalam dengan berpura-pura menjadi teman dan menanyakan sesuatu atau menjadi pihak bank yang akan mengkonfirmasi rekening dengan memberikan data-data pribadi yang didapat dari situs tersebut dan lain-lain.

Sebagai penutup, kita harus lebih hati-hati dalam menyimpan data-data penting di dalam layanan digital yang menjadi trend saat ini (Digital Lifestyle). Pertama adalah karena data tersebut makin mudah diakses dibanding data analog (misal buku rekening bank). Kedua, antara data satu dan data lain semakin saling terkait sehingga sekali mendapatkan data di layanan A (misal nomer handphone atau email) akan bisa melangkah ke layanan B (misal perbankan). Dan yang terakhir, banyak orang yang tidak mau direpotkan dengan nomer PIN atau password sehingga menggunakan kode yang mudah ditebak, tidak pernah diganti dan bahkan menggunakan PIN/password yang selalu sama untuk semua layanan digital. Semoga memberikan pencerahan dalam menyikapi Digital Lifestyle yang menjadi trend saat ini. Salam, surahyo

Wednesday, March 4, 2009

Jangan lupakan sisi keamanan (pada jaringan WiFi anda)


Dear all,

Menyambut seminar Information Security Day 2009 (20 Maret 2009), saya sharing ttg pentingnya keamanan pada jaringan WiFi yang sudah mulai banyak diterapkan di rumah (tidak hanya di kantor atau tempat umum lainnya). Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja, edisi 1 Maret 2009. Selamat menikmati dan memberikan komentar, salam.

Surahyo

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saat ini semua orang sudah familiar dengan istilah Hot-Spot, WiFi (Wireless Fidelity), Jaringan Wireless dan sejenisnya. Layanan seperti ini akan mudah ditemui di berbagai tempat-tempat umum seperti kampus, hotel, rumah-makan, bandara dan lain-lain. Dengan menggunakan layanan WiFi, kita dengan mudah bisa terkoneksi ke Internet tanpa perlu dibebani kerepotan dengan menyambungkan kabel ke suatu alat yang disebut switch/hub. Tentunya kita harus memeliki peralatan seperti Notebook atau Mobile-Phone yang mendukung koneksi WiFi dan adanya software yang membantu koneksi peralatan kita tadi ke suatu alat yang sering disebut Access Point.

Dengan semakin terjangkaunya Access Point (AP) tersebut, mulai dengan harga 400 ribuan ke atas, tidak begitu sulit bagi kita untuk membuat sendiri suatu koneksi Wireless di rumah. Sebelumnya, kita bahas dulu apa sebenarnya Access Point itu. Access Point adalah suatu peralatan (device) yang digunakan untuk menyambungkan Notebook/PC/HP kita ke jaringan. AP semacam pengganti Switch/Hub yang mengharuskan kita menggunakan kabel. AP menggunakan gelombang radio sebagai pengganti kabel sehingga didapatkan kemudahan dan kepraktisan. Gelombang radio yang saat ini digunakan adalah frekuensi 2.4 GHz yang merupakan frekuensi ISM (Industrial, Scientific and Medical) yang secara khusus tidak memerlukan ijin walaupun harus diatur pemakaiannya agar tidak terjadi interferensi dengan layanan lain. Frekuensi ini secara umum mempunyai 2 range yang diadopsi yaitu IEEE 802.1b dengan kecepatan maksimal 11 Mbps dan IEEE 802.1g dengan kecepatan maksimal 54 Mbps.

Setelah kita membeli AP, yang pasti harus ada tentunya koneksi Intenet melalui ISP (Internet Service Provider). Kita bisa berlangganan melalui layanan Dial-Up menggunakan Analog Modem (misal TelkomNet Instan) atau bisa berlangganan Broadband Network melalui ADSL Modem (misal Speedy), 3.5G Modem (Telkomsel, Indosat, XL dll), CDMA Modem maupun Permanent Connection lain ke berbagai ISP. Koneksi ke ISP inilah yang nanti akan menentukan seberapa cepat koneksi Internet anda di Notebook/PC/HP yang terkoneksi ke AP, bukan ditentukan dari kecepatan koneksi AP ke Notebook/PC/HP anda. Jadi walaupun terkoneksi ke AP dengan kecepatan 1 Mbps pun, belum tentu kecepatan koneksi Internet lebih rendah dari koneksi ke AP lain yang kecepatannya 54 Mbps.

AP kemudian kita koneksikan ke modem dengan beberapa konfigurasi yang disesuaikan dengan persyaratan ISP. Misal setting IP Address, Gateway, DNS Server dan lain lain. Secara teknis, AP ini akan berfungsi sebagai Router/Gateway bagi jaringan Wireless anda. Biasanya pihak ISP akan membantu anda dalam setting ini. Selanjutnya, setting AP dengan mengaktifkan fungsi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) agar Notebook/PC/HP yang terkoneksi akan mendapatkan IP Address secara otomatis. Jangan lupakan fitur keamanan juga harus diaktifkan misal WEP/WPA yang berfungsi sebagai pengaman jalur Wireless (enkripsi) agak tidak mudah disadap oleh orang lain. Ingat, WiFi akan memancarkan gelombang radio kemana-mana, sehingga siapapun bisa melihat dan membaca komunikasi data yang sedang kita lakukan. Bahkan sebaiknya juga, kita aktifkan fungsi otentikasi (pengenalan) agar yang bisa koneksi hanya anggota keluarga kita, bukan ke siapa saja termasuk tetangga anda yang nanti bisa menikmati Internet gratis tanpa berlangganan. Hal ini sering terjadi dimana layanan WiFi dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, karena tidak diaktifkannya fungsi-fungsi Security (keamanan). Selain ancaman keamanan, tentunya kecepatan akses Internet kita juga bakal lambat, karena dibagi dengan orang lain yang tidak berhak. Semoga kiat-kiat sederhana ini bisa membantu anda dalam membangun jaringan Wireless di rumah.

Wednesday, February 18, 2009

Apakah Facebook akan menggunakan segala informasi tentang kita?


Dear all,

Akhir2 ini saya sering sekali ditanya (melalui email atau chat) mengenai Privacy di Facebook. Apakah kalau kita upload foto, lalu foto2 kita jadi milik Facebook? Apakah data2 pribadi kita bisa dimanfaatkan Facebook utk keperluan mereka? Dan seterusnya dan seterusnya.

Setelah saya explorasi ke Facebook sendiri, membaca "Facebook Bill of Rights and Responsibilities" dan beberapa dokumen termasuk pernyataan Mark Zuckerberg sendiri, ternyata ada penjelasan resmi yg sudah diposting oleh pihak Facebook sendiri.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook Bill of Rights and Responsibilities

This group is for people to give input on Facebook's terms of use. These terms are meant to serve as the governing document for how the service is used by people around the world.

Thanks for taking the time to share your thoughts with us.

Here are responses to some of the things you've written below:

1. You own your information. Facebook does not. This includes your photos and all other content.

2. Facebook doesn't claim rights to any of your photos or other content. We need a license in order to help you share information with your friends, but we don't claim to own your information.

3. We won't use the information you share on Facebook for anything you haven't asked us to. We realize our current terms are too broad here and they make it seem like we might share information in ways you don't want, but this isn't what we're doing.

4. We will not share your information with anyone if you deactivate your account. If you've already sent a friend a message, they'll still have that message. However, when you deactivate your account, all of your photos and other content are removed.

5. We apologize for the confusion around these issues. We never intended to claim ownership over people's content even though that's what it seems like to many people. This was a mistake and we apologize for the confusion.

---

Update on Terms
by Mark Zuckerberg

A couple of weeks ago, we revised our terms of use hoping to clarify some parts for our users. Over the past couple of days, we received a lot of questions and comments about the changes and what they mean for people and their information. Based on this feedback, we have decided to return to our previous terms of use while we resolve the issues that people have raised.

Many of us at Facebook spent most of today discussing how best to move forward. One approach would have been to quickly amend the new terms with new language to clarify our positions further. Another approach was simply to revert to our old terms while we begin working on our next version. As we thought through this, we reached out to respected organizations to get their input.

Going forward, we've decided to take a new approach towards developing our terms. We concluded that returning to our previous terms was the right thing for now. As I said yesterday, we think that a lot of the language in our terms is overly formal and protective so we don't plan to leave it there for long.

More than 175 million people use Facebook. If it were a country, it would be the sixth most populated country in the world. Our terms aren't just a document that protect our rights; it's the governing document for how the service is used by everyone across the world. Given its importance, we need to make sure the terms reflect the principles and values of the people using the service.

Our next version will be a substantial revision from where we are now. It will reflect the principles I described yesterday around how people share and control their information, and it will be written clearly in language everyone can understand. Since this will be the governing document that we'll all live by, Facebook users will have a lot of input in crafting these terms.

You have my commitment that we'll do all of these things, but in order to do them right it will take a little bit of time. We expect to complete this in the next few weeks. In the meantime, we've changed the terms back to what existed before the February 4th change, which was what most people asked us for and was the recommendation of the outside experts we consulted.

If you'd like to get involved in crafting our new terms, you can start posting your questions, comments and requests in the group we've created—Facebook Bill of Rights and Responsibilities. I'm looking forward to reading your input.

Silahkan dibaca, kemudian anda bisa sharing komentar disini.

Salam, surahyo.

Tuesday, February 3, 2009

Wireless Broadband Network ada gak di Indonesia?



Dear all,

Saya kira semua sudah paham dengan layanan2 baru yg ditawarkan oleh berbagai provider akhir2 ini yaitu Wireless Broadband Network melalui 3G dan 3.5G. Mengacu pada standard dari IEEE 802.16-2004, Broadband Network adalah "having instantaneous bandwidth greater than around 1 MHz and supporting data rates greater than about 1.5 Mbit/s". Tapi apakah layanan yg diberikan para provider benar2 seperti itu? Kemudian saya mencoba membuat suatu experiment sederhana menggunakan Facebook dengan menambahkan suatu status yg berupa keluhan layanan Wireless Broadband. Ternyata respon-nya luarbiasa, sehingga saya perlu buat Notes di Facebook dan itupun mendapat banyak komentar. Mari kita lihat bersama2 hasil diskusi di Notes yg saya posting di Facebook dengan judul:
Wireless Broadband Network di Indonesia, makhluk apa tuh?


---------------------------------------------------------------------------------------------
Wireless Broadband Network di Indonesia, makhluk apa tuh?
Sunday, January 4, 2009 at 9:27am

dear all,

Saya baru2 ini buat status di FB dg judul dpt ini:
"Surahyo is re-thinking about definition of "Broadband Network" in Indonesia. Do it exist? I tried Indosat & Telkomsel, they're so sloooow...! 11:41pm -

Dan hasilnya, ada 11 Comments:
Ifik Arifin at 11:47pm January 3
dead slow, even the 3.5G !

Surahyo Sumarsono at 12:01am January 4
Iya nih pak Ifik, saya udh hopeless akhir2 ini. Coba Indosat 3.5G, trus ganti Simpati Flash, trus coba lagi Matrix, dimana semua coba dr GPRS, 3G ataupun 3.5G. Apa jalur data abis semua ya? Dipakai buat apa? Atau Provider ngirit krn resesi global? hehehe..gak jelas deh

Anis Fuad at 12:13am January 4
broadbandnya masih belum high bandwidth tapi mungkin broad internet access (karena akses Internet sudah relatif llebih luas) dengan bandwidth yg belum tentu high....

Edo Rodadi at 1:54am January 4
Sekedar sumbang pandangan setelah nanya2 ke teman internal operator...maaf bukannya sok tahu...Yaa maklum boss, pengertian 3.5G itukan 7.2 mbps per radio per BTS...yaa kalo kapasitas assosianya 3.5G clientnya ada 50...tinggal bagi aja 144 kbps dengan asumsi dibagi rata...padahal kenyataanya pemakai 3.5G kan pada haus BW apalagi sesudah layanan unlimited download dengan speed yang dibatasi...
sampai sekarang saya belum dapet info berapa banyak max capacity 3.5G client/3G client per radio per BTS...
Udah gitu diperparah tidak adanya SLA....ya sudahlah...kalo pas dapet kenceng ya itu nasib baik...kalo pas dapet lambat yaa nasib juga :) tapi nasib yang kurang baek...
Itulah yang menyebabkan saya nggak jadi pasang solusi 3.5G untuk alternate WAN link Astra....jadi untuk sementara masih pake speedy...
Malem semuanya....

Surahyo Sumarsono at 6:37am January 4
Wah ini ada pakar jaringan ikut nimbrung. Saya setuju pendapat Edo nih. Apalagi skrg banyak paket murah utk voice, yg bikin macet jalur shg susah nelpon atau ditelpon. Saya dulu udh komplain di blog ttg voice, bentar lagi mau komplain ttg paket data yg amburadul ttg Service Level Agreement-nya. Semua operator cuma bisa "acquire" new customer, tp gak bisa "enhance" dan "retain" customer melalui service mereka.

Ifik Arifin at 7:21am January 4
Hm, masalahnya bukan sekadar teknologi, tapi uang yg dikeluarkan, nampaknya tdk sepadan dengan service yg didapat. Jelas2 korban manipulasi marketing

Yudha Prayitna at 8:15am January 4
Ingat pak euforia broommm ama Tsel flash, mana sekarang modem 3.5 G ada yang jual 500 rb pula, nasip nasip, mending ngikut yang murah ajah

Aik Wulandari at 9:15am January 4
I use Indosat M2...that they bill me almost 750K a month....but i honestly....i am not satisfied with the broadband service they offered....As the customer...i almost am speechless, hopeless...serba less...less....I thought they never heard what customers said....I just dont have any choice that I still keep using Indosat M2.

Surahyo Sumarsono at 9:15am January 4
Saya udah 3 bulan ini akhirnya pindah ke paket yg unlimited Rp. 300 rb/bulan krn yg sebelumnya max 3 GB/bulan dg kecepatan bla bla bla....lbh sering dpt kecepatan GPRS!!!!!.....wah saya musti capture hasil traffic monitoring saya nih, lalu kubuat blog trs di-forward ke orang2 di Indosat deh.

Aik Wulandari at 9:18am January 4
setujuuuuuuuu!!!!! they had a very bad service.... i also has a very very very bad service every time I use indosat at Cikampek area.... their staff informed me that they actually are overloaded.... I DONT CARE!!!! makanya sy jadi serba less...less...an ttg indosat....

Intan Laksmi Indira at 9:21am January 4 via Facebook Mobile
Udah 2bLn ini indosat broadband susah bgtz pak,,buat bisa connect kudu panjang doanya,hihihi
Eman2 1,5 giga nganggur aja :(

Nah, bagi teman2 yg punya pengalaman sama, tolong bagi pendapat atau komen disini. Mau saya rangkum dan ditulis di Blog. Kemudian nanti di forward ke temen2 saya yg kerja di Operator.

Makasih ya, salam
Surahyo

Wireless Broadband Network di Indonesia, makhluk apa tuh?
Share
Sunday, January 4, 2009 at 9:27am | Edit Note | Delete
dear all,

Saya baru2 ini buat status di FB dg judul dpt ini:
"Surahyo is re-thinking about definition of "Broadband Network" in Indonesia. Do it exist? I tried Indosat & Telkomsel, they're so sloooow...! 11:41pm -

Dan hasilnya, ada 11 Comments:
Ifik Arifin at 11:47pm January 3
dead slow, even the 3.5G !

Surahyo Sumarsono at 12:01am January 4
Iya nih pak Ifik, saya udh hopeless akhir2 ini. Coba Indosat 3.5G, trus ganti Simpati Flash, trus coba lagi Matrix, dimana semua coba dr GPRS, 3G ataupun 3.5G. Apa jalur data abis semua ya? Dipakai buat apa? Atau Provider ngirit krn resesi global? hehehe..gak jelas deh

Anis Fuad at 12:13am January 4
broadbandnya masih belum high bandwidth tapi mungkin broad internet access (karena akses Internet sudah relatif llebih luas) dengan bandwidth yg belum tentu high....

Edo Rodadi at 1:54am January 4
Sekedar sumbang pandangan setelah nanya2 ke teman internal operator...maaf bukannya sok tahu...Yaa maklum boss, pengertian 3.5G itukan 7.2 mbps per radio per BTS...yaa kalo kapasitas assosianya 3.5G clientnya ada 50...tinggal bagi aja 144 kbps dengan asumsi dibagi rata...padahal kenyataanya pemakai 3.5G kan pada haus BW apalagi sesudah layanan unlimited download dengan speed yang dibatasi...
sampai sekarang saya belum dapet info berapa banyak max capacity 3.5G client/3G client per radio per BTS...
Udah gitu diperparah tidak adanya SLA....ya sudahlah...kalo pas dapet kenceng ya itu nasib baik...kalo pas dapet lambat yaa nasib juga :) tapi nasib yang kurang baek...
Itulah yang menyebabkan saya nggak jadi pasang solusi 3.5G untuk alternate WAN link Astra....jadi untuk sementara masih pake speedy...
Malem semuanya....

Surahyo Sumarsono at 6:37am January 4
Wah ini ada pakar jaringan ikut nimbrung. Saya setuju pendapat Edo nih. Apalagi skrg banyak paket murah utk voice, yg bikin macet jalur shg susah nelpon atau ditelpon. Saya dulu udh komplain di blog ttg voice, bentar lagi mau komplain ttg paket data yg amburadul ttg Service Level Agreement-nya. Semua operator cuma bisa "acquire" new customer, tp gak bisa "enhance" dan "retain" customer melalui service mereka.

Ifik Arifin at 7:21am January 4
Hm, masalahnya bukan sekadar teknologi, tapi uang yg dikeluarkan, nampaknya tdk sepadan dengan service yg didapat. Jelas2 korban manipulasi marketing

Yudha Prayitna at 8:15am January 4
Ingat pak euforia broommm ama Tsel flash, mana sekarang modem 3.5 G ada yang jual 500 rb pula, nasip nasip, mending ngikut yang murah ajah

Aik Wulandari at 9:15am January 4
I use Indosat M2...that they bill me almost 750K a month....but i honestly....i am not satisfied with the broadband service they offered....As the customer...i almost am speechless, hopeless...serba less...less....I thought they never heard what customers said....I just dont have any choice that I still keep using Indosat M2.

Surahyo Sumarsono at 9:15am January 4
Saya udah 3 bulan ini akhirnya pindah ke paket yg unlimited Rp. 300 rb/bulan krn yg sebelumnya max 3 GB/bulan dg kecepatan bla bla bla....lbh sering dpt kecepatan GPRS!!!!!.....wah saya musti capture hasil traffic monitoring saya nih, lalu kubuat blog trs di-forward ke orang2 di Indosat deh.

Aik Wulandari at 9:18am January 4
setujuuuuuuuu!!!!! they had a very bad service.... i also has a very very very bad service every time I use indosat at Cikampek area.... their staff informed me that they actually are overloaded.... I DONT CARE!!!! makanya sy jadi serba less...less...an ttg indosat....

Intan Laksmi Indira at 9:21am January 4 via Facebook Mobile
Udah 2bLn ini indosat broadband susah bgtz pak,,buat bisa connect kudu panjang doanya,hihihi
Eman2 1,5 giga nganggur aja :(

Nah, bagi teman2 yg punya pengalaman sama, tolong bagi pendapat atau komen disini. Mau saya rangkum dan ditulis di Blog. Kemudian nanti di forward ke temen2 saya yg kerja di Operator.

Makasih ya, salam
Surahyo


Ferry Fahrizha at 10:13am January 4
Rata-rata semua operator nampaknya masih sibuk membesarkan customer base tanpa memikirkan SLA. They need to have a big player international wireless ISP coming to the market and crush them where they stand now. Mungkin dari situ mereka baru berpikir ulang untuk memperbaiki standar level layanan mereka.... Kalo enggak begitu, kaya'nya masih susah untuk mereka berubah.. lha dengan layanan jelek begini aja, orang masih mau bayar mereka kok :(

Yudha Prayitna at 12:02pm January 4
Mungkin tips ini bisa membantu, saya pakai IM2 broom unlimited, sebelum kuota 2 GB speed tertulis 256kbps, nyatanya bisa dapat speed 32-56 kbps antara jam 18-22 udah bagus sekali,kadang lebih banyak manyun, terus akhirnya saya migrasi jam akses ke jam 6-7.30, hasilnya speed full 256kbps bs saya dapat, kalau uda over kuota 64 bisa didapat, ngecek email, FB, dll bisa lebih nyaman.

Aik Wulandari at 12:52pm January 4
kayaknya customer aja nggak diopeni tuuuuhhh..... orang-orang indosat tuh kayaknya juga nggak bisa jadi marketing yang baik.... aku udah ngadepin sendiri kok... silakan buktikan... well... ngurusin customer aja nggak bisa gimana mau mikirin gimana harusnya wireless broadband yang memuaskan... amburadul!!!

Arnastya Iswara Sanantagraha at 3:25pm January 4
semakin tambah customer... ya pake B/W yang ada dulu aja
Andini Hapsari at 5:07pm January 4
Hehehe.., Pak Yayok.., aku cerita nih ke temenku yg di operator ttg keluhan di halaman bpk ini.. :)

Albi Ariza at 5:17pm January 4
Sebenarnya business-model perusahaan telco itu gmn pak? Apakah hanya utk meraih pelanggan sebanyak2nya dulu tanpa perduli sla dgn tujuan utk memperbesar arpu? Kalau seperti itu modelnya saya kira akan sulit sustainable ya. Lha wong sekarang udah perang tarif gini.akibatnya sla turun,pelanggan seneng tapi sambil mrengut. Hehe.. Mungkin bisa dikomunikasikan concern kita sbg pelanggan ini kepada pihak operator pak. Trm ksh.

Adhib Rakhmanto at 7:17pm January 4
wah saya g tau seluk beluk jaringan nie...'tapi yg saya rasakan selama memakai jasa internet tidak jauh beda dengan komentar2 diatas....saya pake speedy office yang perbulan menghbiskan dana 750K....hasilna...lelet..lemodh.. kadang cmn bisa sign in YM aj...browsing mau cari artikel..beuh lama kali....yang sangat menyakitkan adalah tidak connect....sering putus....putusnya bisa sampe seharian penuh...duh....ini ada apa ya...??
trs saya pinjem punya tmen..IM2...lelet juga..dan sering g konek juga...duh....jarak dng BTS dan banyak nya user yg lewat BTS trsbt berpengaruh memang...*duh g tau istilahnya apaan nie...tapi ya apa g kebangetan klo saya trasnfer foto lewat YM ukuran 50anKb..KILOBYTE...butuh waktu lama bgt....upload file laporan praktikum ke teman saya lewat box.net (yg biasanya ni cepet bgt..lebih cepet dari rapidshare) kurang dari 5Mb...beuh...ckckck..sampe saya ktiduran.
telkomflash (pnjem tmn juga)...hem....sama sajah...
apa mungkin krn statusnya barang pnjman y?hehehe

Putu Eka Andayani at 9:32pm January 4
Kasihan konsumen Indonesia, di bisnis apapun selalu jadi pihak dengan bargaining power yang rendah. Meskipun kita beli “nasi goreng spesial” dengan harga yg juga spesial, tidak ada perusahaan yang mengembalikan kelebihan uang konsumen saat perusahaan hanya mampu menyajikan “nasi goreng biasa” (kecuali mungkin perusahaan nasi goreng beneran). Tapi kalau konsumennya telat bayar dikit aja, langsung layanan diputus (atau tiket hangus/penumpang ditinggal - dalam kasus industri penerbangan) tanpa ba bi bu.
Waktu libur natal, 3 hari IM2 saya mati..pet... Sampai saya bela-belain ke warnet supaya komunikasi dunia maya tetap bisa saya lakukan. Saya tanya Pak Yayok dan beberapa teman, ternyata semua mengalami hal yang sama.
Setelah akhirnya nyambung juga, leletnya minta ampun dehh. Anehnya status di modemnya saya sinyal HSDPA INDOSAT (dengan angkuhnya), full. Mending ga usah pake embel-embel 3G (apalagi 3.5G) kalo cuma bisa ngasi GPRS (bahkan "pra"-GPRS).

Arief Kurniawan Nur Prasetyo at 4:35am January 5
Saya bukan ahli IT, jadi g bisa berkomentar tentang teknis jaringan brodband saya hanya akan berbagi pengalaman. Alhamdulillah, sampai detik ini sejak saya memakai TelkomselFlash, tidak ada keluhan sedikitpun. Semua lancar sesuai dengan harapan, rata-rata kecepatan yg didapatpun sudah cukup bagus, mulai dari 350kbps sampai 450kbps (angka di Du Meter), untuk videocall aja masih OK.
Dengan memakai paket unlimited dengan harga Rp 100.000,00/bulan, saya kok merasa koneksi jaringan yg saya dapat selama ini sudah cukup.
Mungkin temen-temen bisa mencoba TelkomselFlash. Kalaupun ada satu atau dua kasus sinyal lemah, itu banyak penyebabnya. Dari sisi provider, mungkin lagi ada perbaikan jaringan. Dari sini user, mungkin modem kita yg bermasalah, kabel modem, atau bahkan laptop anda yang terkena virus. Virus dalam komputer dapat mengirim/transfer data tanpa kita ketahui dan itu menyedot banyak bandwith yg kita punya. Coba cek dulu komponen-komponen yang mendukung jaringan di diri kita. Thx

Retno Nuramini Hartawati at 3:13pm January 5
Nulis apa lagi ya pak, semua sudah terwakili...tetapi intinya IM2 saya jelek sekali...entah kenapa?? apalagi waktu ke Jogja bulan desember kemarin, benar2 koneksinya lelet sekali jadi selama 12 hari di sana ... sedih banget.. susah buka internet, apa karena di dalam gedung MMUGM dan perpus FK? tahu deh . tetapi didaerah giwangan juga susah ....
3 bulan yang lalu juga susah sekali di Jakarta, sudah komplain tetapi tidak ditanggapi ... susah, kalau suka bepergian kemana-mana dengan pelayanan IM2 yang cukup mahal jadi terbuang percuma karena pemakaian tidak maksimal .....
Mungkin saran pak Arif, boleh dicoba... Capek juga sudah 1.5 th lelet ...

Aik Wulandari at 3:14pm January 5
Mungkin mas Arief benar ya bahwa sinyal lemah itu banyak penyebabnya.... tapi kenapa sy selama ini (atau cuman kebetulan) hanya mendapatkan sinyal lemah di Indonesia???? berarti kan bukan karena virus, dll.... Dan kenapa hampir seluruh orang di Indonesia mengiyakan masalah ini?? Adik saya pun pake TelkomselFlash....tapi menurut dia top banget lemotnya.... Soooo.....????

Bob Delinuz de Kock at 4:05pm January 5
mo nyoba provider yg laen juga males, pasti sama aja kan ya?
kalo emang merasa di kota ini (kupang) belom mampu untuk memaksimalkan pengoperasian t-selflash,, ya sebaiknya jangan dibuka dunkz.. kasian customer.. bayar tetep.. bayangin aja telat sehari lsg diblokir, padahal bisa make nya cuman dini hari aja, CATET : DINI HARI AJA, jam 2.30 baru mulai bisa conect dengan speed yang sumpeh mati lambatnya.. huhuhuhuhuhu..., mo balikin modemnya kena pinalti.. gimana dunkz, maju kena mundur kena.. BT gw..

Surahyo Sumarsono at 7:14am January 6
Dear all, makasih sekali atas semua masukan di atas, ini enaknya Social Networking shg bisa diskusi dg mudah secara virtual. Beberapa teman di Operator/Provider sdh baca, walau pasti kupingnya jadi panas kali ya hehehe..:D
Ini bbrp kesimpulan yg bisa saya ambil:
1. Lebih banyak ke permasalahan Management, dimana bisa saya bagi 2 yaitu CRM (Customer Relationship Management) dan Traffic Management (lbh ke teknis pengelolaan bandwith sharing dll).
2. Tuntutan kompetisi yg tinggi membuat operator membuat strategi (dg agak panik) utk mempermudah mendapatkan customer baru, tapi belum bisa fokus ke pelayanan pelanggan. Maaf, bisa jadi agar investasi mahal di infrastruktur agar cepat balik modal...yg saya jamin gak akan bisa survive dlm jangka panjang. Akibatnya pelayanan pelanggan tidak dikelola dg maksimal. Saya yakin banyak yg tidak puas, kpn2 saya coba buat survey online utk akurasi-nya.
3. Dari sisi teknis, lihat komen berikut krn terbatas jumlah kata per komen.

Surahyo Sumarsono at 7:20am January 6
3. Dari sisi teknis, berbekal pengalaman sbg konsultan utk traffic management di bbrp tempat, banyak area yg tidak mampu melayani jumlah pelanggan dg jumlah tertentu. Akibatnya, mulai dr yg susah koneksi, koneksi putus nyambung (kyk pacaran aja) dan koneksi super lelet (3.5G berasa GPRS hehe). Saya sering keliling berbagai kota, contoh skrg ini di caravan Taman Safari Cisarua, ada sinyal 3.5G cuma 1-2 bar, tp cepet sekali koneksi-nya dan bandwith ckp lumayan. Pernah lagi pas ada kerjaan di Banjarnegara, koneksi gampang dan bandwith lumayan. Nah, bagi yg di kota2 besar, bahkan Jogja pun, sdh berbulan2 ini susah koneksi dan lambretta hehe. Tergantung kemauan operator utk menambah peralatan, konfigurasi di traffic management di device mereka, shg bisa diatur layanannya.
4. Maaf pengalaman pribadi, kbtln saya sering jd pembicara di Indosat. Jika sdg lambat, kadang2 (sangat jarang loh), cukup komplain di status YM saya, nanti pasti ada orang Indosat telpon. to be continued..

Surahyo Sumarsono at 7:26am January 6
lanjutan....
Bahkan ada technical support yg datang, nanti bakal cepet lagi krn di sistem ada user management dimana biasanya ada pelanggan tertentu yg lbh diperhatikan SLA (Service Level Agreement)-nya. Cuma apa mesti saya hrs selalu begitu? Bocoran aja, pelanggan2 yg tmsk orang penting misal bupati/walikota, pengusaha besar dll pasti di monitor terus tuh.
So...asal pihak manajemen provider tsb bisa serius mengelola CRM dan Traffic Management-nya, mustinya ada cara utk bisa meningkatkan pelayanan ke pelanggan. Yg nantinya bisa membuat pelanggan puas dan loyal. Nah disinilah peran kita2 sbg customer utk tetep kritis dan memberi masukan ke mereka2. Semoga terjadi win-win solution bagi kita dan mereka di masa yg akan datang. Makasih, salam

Anis Fuad at 7:08am January 7
kasihan banget ya staff di provider...yg harus melototin bupati/walikota dan pengusaha besar. Buat yg lain..kalau pingin spt itu berlomba-lombalah jadi bupati/walikota, pengusaha besar atau seperti mas Yayok he..he..he..

Surahyo Sumarsono at 8:46am January 7
Wah mas Anis melemparkan isu nih, saya bukan pengusaha besar, masih golongan UKM lho. BTW, usul mas Arief juga bisa diaplikasikan kalau memang ada masalah dg Windows kita (krn bajakan hehehe). Untungnya saya pakai Linux, jd jalur koneksi ke Provider lebih bersih. Tapi tetep ya, stlh balik ke JKT td malam (pulang dr Cisarua), buat konek ke Indosat maupun Telkomsel susah banget, rebutan dg pelanggan2 yg se-abrek2. Udh gitu, kalau konek pun lambatnya setengah mati. Beruntunglah yg tinggal di kota kecil dan ada layanan 3G/3.5G (plus blm banyak pelanggan0, pasti lbh nyaman.

Wing Wahyu Winarno at 9:12pm January 11
Saya pernah make Indosat Broadband, Broom unlimited, Speedy, dan Smart (yg paket Rp289rebu gratis 2GB/bln). Kl dicatat kecepatannya dlm kurun waktu beberapa minggu, yg paling stabil atau mendekati janji providernya, saya kira kok Speedy. Mungkin teknisinya benar, bahwa satu point saluran, hanya bisa dipakai oleh maks 8 nomor telpon, jadi seburuk2nya speed (yg waktu saya mulai langganan dulu cuma 384 kbps tapi skrg sdh 1 mbps), maka saya dpt 384/8=50 kbps kurang dikit. Utk donlot2, sering "hanya" 10-15 kbps, tapi sering juga di atas 60 kbps, tapi kadang sih juga <5 kbps. (Sdh saya ul di maswing.org tuh). Tapi janji 384 kbps cuma dipenuhi 50 kbps berarti 1/8-nya ya? Nah, sekarang bgmn dgn Isat (dan saya juga dengar keluhan yg sama dari T-Flash user) janji mrk yg 3.6 MBps ternyata hanya dipenuhi kurang dari5 kbps? Seper berapa tuh? Jadi, dlm jangka panjang (hampir tiap hari saya donlot2), Speedy still the best. Mungkin krn tetangga saya pd gak pake speedy (dan berdoa semoga tetap begitu)

Dian Ratnasari at 9:23pm January 22
saya pake indosat broadband... cape deh... tapi sekarang dah rada cepet, pake indosat accelelator, walo gambarnya bureng (read : buram) yang penting lumayan cepet (walo kadang bikin darah tinggi)... hooho..