Knowledge sharing for Information Technology and Management

Wednesday, June 15, 2016

Memaknai Sebuah Proses Pembelajaraan

Dear all, Sekedar sharing terhadap apa yang saya pikirkan mengenai sebuah proses pembelajaran di dalam kehidupan sehari-hari, baik secara formal di sekolah ataupun informal di keluarga dan masyarakat. Apalagi pada saat ini sarana kita untuk belajar hal-hal baru menjadi semakin mudah dengan adanya akses berbagai informasi di Internet maupun media-media lainnya. Sangat berbeda dibanding 10-20 tahun lalu, dimana kita harus bertemu langsung dengan narasumbernya atau harus mendapatkan buku-buku yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Saya ingat sebuah filosofi lama (maaf belum ketemu sumber aslinya dari mana) mengenai belajar adalah seperti mengisi air di gelas. Ada beberapa syarat yang harus kita lakukan agar bisa mengisi air dalam gelas, yaitu terbuka, kosong dan lebih rendah. Saya coba ulas satu-persatu syarat tersebut di bawah ini, dari persepsi dan pemahaman saya pribadi. Ketika kita ingin mempelajari sesuatu yang baru, pasti hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka pikiran dan hati kita. Seberapa hebat dan tingginya tingkat pendidikan kita, tidak akan pernah bisa menerima hal-hal baru jika kita menutup diri dan menganggap hal tersebut tidak bermanfaat bagi kita. Ternyata, bukan hal yang mudah untuk bisa membuka pikiran dan hati kita apalagi kita sudah mendapatkan gelar pendidikan yang tinggi dan posisi jabatan yang lumayan. Belum lagi jika emosi sudah menguasai pikiran/hati kita, pasti akan selalu menganggap hal-hal lain yang berbeda dengan kita sebagai sesuatu yang salah dan tidak perlu dipelajari dan dipahami. Apakah itu di lingkungan pembelajaran formal misal di forum-forum ilmiah di suatu institusi pendidikan, atau debat tentang apapun (politik, sosial, kesehatan dan lain-lain), ataupun di lingkungan informal seperti diskusi ringan di rumah ataupun masyarakat. Baik melalui pertemuan secara fisik atau melalui media eletronik seperti Social Media, email, chat dan sejenisnya. Marilah kita merenung sejenak dan membuka pikiran dan hati kita agar bisa mempelajari dan memahami apa yang sedang terjadi. Seperti membuka tutup gelas sehingga pengisian air bisa dilakukan. Hal kedua adalah mengosongkan pikiran dan hati, walau bukan dalam artian sebenarnya. Lebih kepada bagaimana kita menata ulang lagi apa-apa yang sudah kita pahami, agar ada tempat untuk hal-hal baru yang sedang kita pelajari. Tidak seperti gelas yang penuh terisi air, sehingga tidak bisa diisi lagi atau akan tumpah, insya Allah kita dikarunia otak/hati yang sangat luas dan tidak akan pernah bisa penuh ketika kita mampu mengaturnya. Biarkan seluruh indera kita menerima hal-hal baru tersebut, yang nantinya akan proses lagi perlahan-lahan dalam rangka memahami, mungkin akan terjadi proses pertentangan, yang nantinya akan mengendap menjadi suatu pengetahuan baru. Jika hal-hal tersebut tidak sesuai dengan kita, dengan perlahan-lahan kita lupakan tanpa harus disimpan lebih dalam lagi. Bagian terakhir adalah kerelaaan kita menempatkan diri lebih rendah dari sumber informasi atau pengetahuan baru yang akan kita pelajari. Mengisi air ke dalam gelas secara normal, sesuai hukum gravitasi, harus menempatkan gelas lebih rendah agar air bisa mengalir. Beda cerita kalau kita menggunakan pompa atau alat bantu sejenisnya ya hehe. Sumber informasi/pengetahuan tersebut mungkin bisa berasal dari anak kita, dari murid/mahasiswa, atau bawahan di kantor, masyarakat awam dan sebagainya. Ternyata banyak hal baik yang bisa kita pelajari dan pahami di luar sana, walau dari sumber yang kebetulan posisinya lebih rendah (usia, pengalaman, kedudukan dan lain-lain). Untuk itu, kita harus bisa merendahkan hati untuk bisa menampung aliran informasi/pengetahuan baru masuk ke dalam hati dan pikiran kita. Hal ini pun juga tidak mudah dilakukan, apalagi kita sudah merasa sebagai nara sumber yang sudah dipercaya di mana-mana. Kita harus ikhlas memahami bahwa mungkin saja pemahaman kita saat ini tidak tepat lagi dan mampu bisa menerima masukan-masukan tersebut. Semoga sebuah tulisan sederhana ini bisa menyadarkan kita semua, terutama untuk saya pribadi, dalam memaknai sebuah proses pembelajaran. Dalam kondisi saat ini yang begitu banyaknya informasi bertebaran di sana-sini dari berbagai sumber yang tidak jelas keabsahannya, kita bisa menerapkan 3 hal tersebut di atas. Menjadi kewajiban bagi kita juga, jika sudah memahami proses tersebut untuk menyebarkan di lingkungan sekitar. Semoga kita semua bisa menjadi makhluk pembelajar yang baik, santun, beretika dan bermanfaat bagi semuanya, aamin YRA. Salam hangat dari Jogja, 11 Mei 2016 Surahyo Sumarsono
Share:

Wednesday, May 25, 2016

Baca, pahami, renungkan

Dear all, Selamat pagi/siang/sore/malam, semoga teman-teman dalam keadaan sehat selalu. Sudah lama sekali saya tidak menulis Notes disini, kali ini mencoba share apa yang sedang saya renungkan. Hal tersebut berkaitan dengan banyaknya informasi (atau malah data) yang bermunculan di Internet, baik melalui FB, Instagram, Path, Whatsapp, Line, SMS, email dan berbagai bentuk komunikasi elektronik dan sosial media. Sebelum membaca lebih jauh, saya ingin berbagi dulu 2 (dua) gambar berikut ini. Yang pertama mengenai gunung es attitude, dan yang kedua mengenai piramida informasi.
Berdasarkan kedua gambar tadi, mari kita coba cermati bersama. Dari piramida informasi, terlihat bahwa pertama kali kita akan mendapatkan data-data yang nantinya setelah terkumpul akan memberi arti terhadap sesuatu, yang akan kita sebut sebagai informasi. Informasi ini bisa saja benar, salah, berguna, tidak berguna dan seterusnya. Dari berbagai informasi yang terkumpul dari banyak sumber, mulailah kita mendapatkan pemahaman (knowledge), yang kadang harus melalui diskusi, pertentangan, pengujian dan seterusnya. Artinya, tidak mudah bagi kita langsung memahami sesuatu jika hanya mendapatkan informasi yang sedikit dan belum tentu kebenarannya. Pemahaman tersebut pasti membutuhkan waktu dan usaha tersendiri, yang di era serba instan seperti ini kadang kita tidak sabar untuk melakukannya. Apalagi jika emosi kita terpancing, akan sangat mudah bagi kita untuk memaksa memahami dan berkeinginan untuk menyebarkannya. Contoh sederhana adalah jika ada informasi tentang sesuatu/seseorang yang sifatnya di luar kebiasaan, baik dari sisi positif maupun negatif. Terbukti bahwa kadang kita terpancing untuk sharing informasi yang ternyata tidak terbukti kebenarannya (HOAX). Hal ini sudah lama terjadi, tapi semakin menjadi terutama sejak ada PilPres 2014 lalu, dan berlanjut sampai sekarang. Ini berlaku juga dengan hal-hal terbaru akhir-akhir ini seperti serangan teroris di Jakarta, tangan robot, perakit televisi, keracunan kopi dan lain-lain. Jika kita mau sedikit berusaha, dengan melihat sumber informasi, membandingkan dengan sumber lain, berusaha mempertanyakan kebenarannya, sebenarnya kita sedang berusaha naik satu tingkat lebih atas untuk mendapatkan pemahaman (knowledge). Internet banyak memberi kemudahan dengan adanya search engine (misal Google), atau bahkan diskusi dengan orang yang lebih ahli atau sumber-sumber lain, untuk bisa memastikan dan mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Dengan berjalannya waktu, semakin kita meresapi pemahaman-pemahaman yang kita miliki, maka kita akan naik ke tingkat lebih tinggi lagi yaitu kebijaksanaan (wisdom). Di level ini, tidak harus di bidang yang sama, maka intuisi (gerak hati/batin) akan membantu merasakan apakah informasi yang sedang kita dapatkan ini benar atau tidak, penting atau tidak untuk kita bagikan ulang (share). Di gambar kedua juga bisa dilihat, bahwa walaupun kita punya knowledge/skill yang bagus pun, tetap harus memiliki attitude yang baik pula. Baik wisdom maupun attitude adalah hal yang kita miliki tidak hanya di otak (yang menggunakan logika), tapi juga sudah di level hati/perasaan. Makanya dalam bahasa Indonesia (atau bahasa lain), dibedakan antar pikiran (di otak/brain) dan perasaan (di hati/heart) walau secara fisik sebenarnya keduanya di otak/brain juga. Secara umum bagi kita yang masih normal, hati/perasaan akan memberi tanda/sign bahwa informasi yang kita terima sepertinya tidak benar. Disitulah sebenarnya wisdom (yang didapat dari kumpulan pemahaman2 di bidang lain) dan attitude kita berperan sebagai filter/penyaring karena saat ini begitu cepatnya dan begitu banyaknya informasi berdatangan. Wisdom dan attitude ini juga biasanya kita dapatkan dari pendidikan agama dan etika/norma baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan kita sehari-hari. Saya kira, ada 3 hal yang perlu kita lakukan sebelum kita membagi informasi (apalagi di Internet). Pertama, pastikan dahulu apakah informasi itu benar atau tidak. Yang kedua, jika pun benar, apakah bermanfaat atau tidak bagi orang lain (dan kita tentunya). Dan yang terakhir, kalaupun bermanfaat, apakah perlu kita bagikan sekarang atau nanti. Ada banyak hal yang bisa lakukan sebelum informasi itu terbagi/terkirim, walaupun tantangannya sangat berat karena hanya dengan 1 klik saja informasi tersebut langsung terkirim. Jika ada waktu, di bawah ada beberapa Notes sebelumnya yang berkaitan dengan topik ini. Sekali lagi, ini hanya sebuah tulisan pendek dengan 2 gambar. Semoga teman-teman ada waktu untuk membaca, memahami dan merenungkan maknanya. Semoga juga bermanfaat bagi teman-teman. Salam hangat. Surahyo Sumarsono
Share:

Wednesday, February 25, 2015

Definisi Big Data dan mengapa dibutuhkan di bidang Kesehatan, bagian 1

Dear teman-teman tercinta, Seiring dengan akan diselenggarakannya Seminar/Talkshow dan Workshop dengan judul PENDEKATAN BIG DATA ANALYTICS DI BIDANG KESEHATAN: MANFAAT, PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA POST MDG’s, maka kami akan bagikan beberapa catatan (Notes) pendek sebagai pengantar acara tersebut. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para calon peserta. Ketika kita mendengar terminology Big Data sebenarnya sampai saat ini belum ada definisi yang konsisten.Tapi bisa kita sebut sebagai paradigma baru, suatu cara pandang yang berbeda terhadap data dan cara menganalisanya, dan kumpulan dari teknologi yang didesain untuk memahami value dari sebuah data, yang tidak dimungkinkan jika menggunakan teknik sebelumnya, mengacu kepada volume (jumlah), speed (kecepatan) pada saat data didapatkan, dan diversity (keberagaramannya). Terminologi ini mulai popular pada tahun 1990an, mengacu pada pertumbuhan jumlah data yang sangat pesat saat itu. Doug Laney memperkaya konsep dari terminology ini dengan kata kunci “3 V” yang terdiri dari volume, velocity dan variety. Akhir-akhir ini ada tambahan kata kunci yang mulai digunakan juga yaitu veracity. Mari kita lihat penjelasan dari masing-masing kata kunci tersebut. Volume mengacu kepada pertumbuhan yang eksponensial dari jumlah data yang dihasilkan dan disimpan. Diperkirakan bahwa produksi data akan bertambah 44 kali lebih besar di tahun 2020 dibanding tahun 2009. Teknik Big Data akan membantu mendapatkan knowledge dari data yang sangat besar itu. Velocity mewakili penambahan jumlah frekuensi dari data yang dihasilkan. Pertumbuhan sensor yang terintegrasi di semua tipe device, meningkatnya jumlah penggunaan mobile phone secara global di seluruh dunia memberikan kontribusi yang signifikan terhadap jumlah data yang dihasilkan. Proyek-proyek Big Data digunakan untuk memanfaatkan data tersebut dengan cepat sehingga pengambilan keputusan bisa diambil dengan tepat. Variety menjelaskan tentang perbedaan format dari data yang bisa digunakan, baik mulai dari gambar, teks, video, suara dan lain sebagainya. Big Data akan mencoba memanfaatkan data-data tersebut walaupun tidak mempunya format yang standar atau tidak terstruktur. Veracity mengacu kepada kebenaran atau akurasi yang terdapat pada beberapa tipe data. Adalah hal yang mustahil untuk menghilangkan factor ketidakpastian pada suatu data, misal data cuaca, atau keputusan pada saat berbelanja dan sejenisnya. Untuk itu sangat penting melibatkan factor-faktor tersebut dalam perencanaan proyek-proyek Big Data. Organisasi-organisasi yang relatif pertama kali menerapkan Big Data adalah perusahaan-perusahaan IT seperti Google, yang telah mampu membangun infrastruktur pendukung bagi pengelolaan data yang mempunyai skalabilitas tinggi. Walaupun organisasi kesehatan sangat berhati-hati dalam penerapan Big Data tersebut, tapi akhir-akhir ini iklimnya mulai berubah. Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik sangat berkembang akhir-akhir ini, yang diikuti dengan pertumbuhan data yang sangat besar, baik secara kuantitas (misal hasil lab), kualitatif (misal catatan-catatan), atau transaksional (misal pemesanan obat). Lebih dari itu, proyek-proyek genomics yang makin banyak, perubahan focus ke pelayanan pengobatan yang personal akan memaksa organisasi-organisasi kesehatan beralih ke pengelolaan data yang memanfaatkan teknik Big Data. Masih banyak lagi yang akan dibahas dalam pemanfaatan Big Data di bidang Kesehatan, baik dari manfaat yang didapat, peluang, dan juga tantangan yang akan dihadapi terutama di Indonesia sebagai negara berkembang dengan segala keunikannya. Pembahasan tersebut akan dilanjutkan pada Notes-notes berikutnya. Salam Big Data……! SS Ketua Pokja Informatika Medis SIMKES, Fakultas Kedokteran UGM
Share:

Friday, February 4, 2011

Peran TI dalam pemberitaan: kecepatan vs akurasi


Dear all,

Sudah lama tidak menulis Blog, tiba-tiba jadi ingin menulis opini mengenai sebuah berita yang berkembang di dunia maya (Internet). Sebelumnya, saya hanya mengikuti berita Mesir, lalu mulai terusik dengan adanya berita seorang dokter Indonesia yang tewas dalam demonstrasi di Kairo. Berita tersebut muncul di Facebook dan saya mencoba mengikuti di beberapa situs media online (Detik, vivanews, Tempo Interaktif dan lain-lain). Reaksi pertama adalah merasa turut berduka cita dan kagum dengan pengorbanan mbak Imanda Amalia, yang kebetulan dari UGM juga. Tapi dengan berjalannya waktu, saya merasa ada kejanggalan dalam berita-berita tersebut karena isinya makin simpang siur sehingga diragukan kebenarannya.

Berawal dari pengakuan seseorang yang mendapat pesan dari BBM yang berisi seperti ini (dikutip dari beberapa situs pemberitaan):

"Doakan Manda,Kami terjebak dalam baku tembak, Ambulance tertembak, Terkena lemparan batu, Blom bisa dievakuasi karena massa makin memanas."

kemudian di upload di Facebook pada Group Science of Universe oleh seorang admin. Saat ini berita sudah di remove dan mendapat komentar dari banyak orang. Maka, setelah pesan itu beredar, kabar bahwa ia tewas di tengah baku tembak di Kairo tersebut menjalar cepat di Facebook, Twitter, milis, dan portal-portal berita di Indonesia.

Sekedar berapa link yang bisa rekan-rekan baca mengenai berita tersebut, disusun berdasarkan kronologis waktu update terbaru:

Facebook, group Science of Universe:
http://www.facebook.com/Science.Of.Universe
dan beberapa update status rekana-rekan di Facebook yang mengucapkan duka cita.

Detik.com: metoda searching kata kunci "Imanda"
1. Anis Matta: Pemerintah Tak Wajib Usut Identitas Imanda Amalia (Jumat, 04/02/2011 11:16 WIB)
http://us.detiknews.com/read/2011/02/04/111641/1559982/10/anis-matta-pemerintah-tak-wajib-usut-identitas-imanda-amalia
2. Kronologi Tewasnya 'Manda' dan Simpang Siurnya Berita (Jumat, 04/02/2011 10:53 WIB)
http://us.detiknews.com/read/2011/02/04/105250/1559948/10/kronologi-tewasnya--manda--dan-simpang-siurnya-berita
3. Tak Ada Nama Imanda Amalia di UNRWA di Semua Negara Timur Tengah (Jumat, 04/02/2011 10:25 WIB)
http://us.detiknews.com/read/2011/02/04/102551/1559905/10/tak-ada-nama-imanda-amalia-di-unrwa-di-semua-negara-timur-tengah
dan seterusnya, total ada 20 link.

vivanews, cuplikan berita di AnTeve:
Tidak Ada WNI yang Tewas di Lapangan Tahrir (Jum'at, 4 Februari 2011, 10:53 WIB)
http://us.video.vivanews.com/read/12895-tidak-ada-wni-yang-tewas-di-lapangan-tahrir_1

Tempo Interaktif
1. Imanda Amalia Bukan Warga Indonesia atau Australia (Jum'at, 04 Februari 2011 | 14:00 WIB)
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/02/04/brk,20110204-311065,id.html
2. UGM Sebut Imanda Sehat dan Ada di Yogyakarta (Jum'at, 04 Februari 2011 | 09:23 WIB)
http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/02/04/brk,20110204-310975,id.html
3. Teka-teki Perginya Sang Perawat Pengungsi (Jum'at, 04 Februari 2011 | 03:37 WIB)
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/02/04/brk,20110204-311065,id.html
4. Kabar Kematian Imanda di Mesir Ditarik dari Facebook (Kamis, 03 Februari 2011 | 13:44 WIB)
http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/02/03/brk,20110203-310844,id.html
dan beberapa berita lain yang rekan-rekan bisa cari melalui Google.

Belajar dari pengalaman masa lalu dimana peran TI sudah semakin besar dalam proses penyebaran berita, keuntungan yang pertama bisa kita peroleh adalah kecepatan penyebarannya. Di era sebelum dimanfaatkannya TI, berita hanya bisa kita dapat setelah sekian saat peristiwa terjadi dan dipublikasikan melalui radio, TV ataupun surat kabar. Sekarang dengan pemanfaatan TI seperti SMS, email, jejaring sosial dan lain-lain, suatu berita akan cepat sekali menyebar sehingga kita bisa memantau-nya secara interaktif. Belum lagi, sumber berita bisa berasal dari mana saja karena era sekarang sudah menggunakan istilah Citizen Journalism.

Tapi dalam berjalannya waktu, mulailah timbul masalah baru yaitu tentang akurasi berita. Sebelum kasus Imanda ini, yang sekarang diragukan kebenarannya, penulis sendiri mengalami kebingungan karena beberapa kerancuan dalam pemberitaan seperti waktu meletusnya gunung Merapi di Jogja. Waktu itu sering beredar berita yang tidak akurat, mulai mengenai Awan Panas yg salah diberitakan oleh satu stasiun TV, SMS menyesatkan oleh orang2 tidak bertanggung jawab dan lain-lain. Sebenarnya jika kita cermati, tidak harus berupa berita besar seperti ini, penipuan-penipuan melalui SMS dan email sudah merupakan contoh baik dalam penyalahgunakan TI dalam pemberitaan. Misal berita duka anggota keluarga lalu diminta uang, minta pulsa, dapat hadiah dan lain-lain.

Saya sebagai pengamat/praktisi TI hanya ingin sekedar membagi pengalaman bahwa suatu konten informasi di TI sangat rentan untuk dimanipulasi tanpa kita sempat mengkonfirmasinya. Sumber yang tidak jelas pun, asal ditulis dengan meyakinkan akan bisa mengarahkan suatu niat/tujuan dari pembuat berita bagi para pembaca/audiens-nya. Ini semua karena pemanfaat berita itu adalah manusia yang akan membuat suatu persepsi sendiri terhadap konten informasi tersebut. Selain itu, kita pun karena ingin segera menyebarkan informasi tersebut, biasanya tanpa melakukan konfirmasi juga segera meneruskan berita tersebut ke jaringan kita.

Sekedar referensi, mungkin rekan-rekan bisa membaca beberapa tulisan saya terdahulu mengenai hal ini:
1. Penipuan melalui Yahoo Messenger (atau Facebook dan lain-lain)
http://surahyo.blogspot.com/2010/06/penipuan-melalui-yahoo-messenger-atau.html#links
2. Ancaman Keamanan pada Digital Lifestyle
http://surahyo.blogspot.com/2009/03/ancaman-keamanan-pada-digital-lifestyle.html#links
3. Once we release a content on the Internet, then it will not be removable forever
http://surahyo.blogspot.com/2010/08/once-we-release-content-on-internet.html#links
4. Perlukah etika dalam pemanfaatan media elektronik (berbasis TI)?
http://surahyo.blogspot.com/2010/01/dear-all-sekedar-tulisan-ringan-mungkin.html#links
5. Hoax, sepele tapi mengganggu
http://surahyo.blogspot.com/2008/10/hoax-sepele-tapi-mengganggu.html#links
dan lain-lain.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil disini adalah mengenai pentingnya pemanfaatan TI di berbagai bidang termasuk Pemberitaan, tapi harus bisa digunakan dengan tepat (proper) agar bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Konfirmasi mengenai akurasi konten informasi adalah mutlak, dan sumber berita harus bisa dilacak. Beruntunglah banyak rekan-rekan yang sekarang mendalami IT Forensic yang bisa dijadikan sumber untuk melacak darimana isi berita itu berasal. Saya menunggu rekan-rekan yang berkecimpung di bidang tersebut untuk bisa menyumbangan keahliannya dalam diskusi topik kali ini.
Salam, surahyo.
Share:

Friday, December 17, 2010

Seberapa besar ketergantungan anda pada Teknologi Informasi



Dear all,

Seperti kita ketahui, saat ini begitu banyak peralatan Teknologi Informasi yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari peralatan telekomunikasi bergerak, PC/notebook maupun digital kamera. Perkembangan teknologi jaringan juga memungkinkan kita selalu bisa terkoneksi baik melalui jaringan telephone dan jaringan data. Hampir dikatakan, interaksi kita antar manusia sudah berubah dari pertemuan fisik menjadi pertemuan virtual/maya. Dalam artikel ini, saya akan batasi tulisan ini pada topik komunikasi menggunakan telepon dan akses dan pengolahan data/informasi menggunakan PC/notebook melalui Internet.

Bagian 1. Komunikasi menggunakan telpon dan SMS/email/chatting

Sejalan dengan kebiasaan kita dalam memakai peralatan-peralatan tersebut, terjadi perubahan dimana kita menjadi semakin tergantung padanya. Pada saat kita ingin berkomunikasi dengan orang lain, cukup dengan menekan tombol maka terjadilah koneksi antar kita dengan lawan bicara. Tidak diperlukan hapalan terhadap nomer yang dituju karena semua sudah tersimpan dalam address-book. Tanpa harus melihat muka (ekspresi) dan bahasa tubuh lawan bicara, kita berusaha melakukan interaksi dua-arah mengandalkan nada bicara dan konten percakapan kita. Jika hal itu sulit dilakukan (misal karena kesibukan, sungkan, takut dll) maka komunikasi kita akan digantikan oleh text baik melalui SMS/email/chatting.

Adakah yang merasa bahwa komunikasi digital seperti itu bagaimanapun berbeda dengan komunikasi tradisional kita selama ini. Mulai dari usaha kita untuk mencari/mendapatkan lawan bicara sudah mengalami perubahan. Dahulu pada saat kita akan bertemu dan melakukan komunikasi, pasti kita akan menyiapkan diri untuk mengerti dan memahami siapa lawan bicara nanti. Pertemuan dengan anggota keluarga, teman, rekan kerja, atasan/bawahan, orang yang pertama kenal dan lain-lain akan membutuhkan persiapan yang berbeda. Kadang-kadang kita harus menyiapkan seksama topik pembicaraan, gaya bicara & bahasa tubuh sesuai dengan kebutuhan bahkan pakaian/kostum yg kita kenakan. Boleh dibilang, seluruh anggota tubuh kita akan diajak bekerja sama dalam proses komunikasi nanti.

Pada saat kita akan berkomunikasi secara digital baik melalui telpon atau SMS/email/chatting, terjadi perubahan mendasar dalam diri kita. Proses pencarian lawan bicara cukup diwakili dengan menekan tombol di address-book telpon atau email. Tidak butuh suatu usaha yang rumit untuk berbicara/menulis suatu topik baik kepada atasan, rekan kerja, teman, anggota keluarga dan lain-lain. Dengan 1 tombol, anda dapat menghubungi siapapun di dalam ratusan atau ribuan Contact di telpon/email/chatting anda. Setelah terjadi koneksi, tidak butuh persiapan mental apakah usaha kita akan ditolak atau diterima. Berbeda rasanya ketika kita sudah susah payah mencari suatu orang untuk ditemui, begitu ketemu malah ditolak untuk berkomunikasi. Bahkan ketika kita mengirim SMS/email/chatting, kadang tanpa berpikir panjang kita langsung mengirimkan pesan ketika tanpa mempertimbangkan reaksi yang akan timbul dari orang yang kita hubungi tersebut.

Terjadi kecenderungan percakapan suara di telpon maupun teks di SMS/email/chatting menjadi lebih “ringan” nilainya dibanding percakapan tradisional. Dengan beranggapan kita tidak berhadapan langsung, efek atau reaksi yang akan timbul sering kita abaikan. Etika dan sopan santun kadang akan diabaikan, termasuk pemahaman yang kita dapat bisa berbeda karena keterbatasan indera kita dalam menangkap jawaban dari lawan bicara. Sudahkan anda merasakan hal ini? Pernahkah anda merindukan suatu komunikasi yang lebih berkualitas dengan seseorang karena selama ini hanya tergantung pada peralatan Teknologi Informasi?

Bagian 2. Akses dan pengolahan data/informasi menggunakan PC/notebook melalui Internet

Di bagian 2 ini saya akan coba membahas bahwa saat ini begitu mudahnya kita mendapatkan data/informasi dari Internet dengan menggunakan PC/notebook kita (termasuk mobile phone juga). Mari kita coba bandingkan masa lalu dimana kita belum mengenal Internet dan bersusah payah untuk mendapatkan data/informasi termasuk pengolahannya.

Dahulu setiap kali kita membutuhkan data/informasi, pasti akan ada usaha kita untuk baik membaca dari buku, paper ilmiah atau populer, majalah dan lain-lain. Kita cenderung akan lebih fokus dan berusaha menikmati, bahkan kalau sangat menarik kita bisa masuk dalam konteks tersebut sambil berimajinasi. Sebuah kenikmatan membaca buku yang mungkin bagi rekan-rekan mulai berkurang frekuensi-nya di saat-saat sekarang.

Saat ini, dengan adanya Search Engine misal Google maupun yang lain, setiap kali membutuhkan informasi kita cukup mengetikkan kata kunci (keywords). Bahkan dengan adanya Ensiklopedia seperti Wikipedia maupun ringkasan-ringkasan dari situs formal maupun non-formal seperti Blog, Forum dan sejenisnya membuat kita cepat mendapatkan informasi yang kita inginkan tanpa harus membaca utuh satu buku atau artikel aslinya.
Hal baiknya adalah kecepatan kita dalam menemukan informasi yang kita butuhkan, terlepas dari keakuratan informasi tersebut. Bahkan relatif kita bahkan bakal dibanjiri oleh berbagai informasi, sampai kadang kita mendapatkan kesulitan untuk memilah mana yang penting mana yang bukan.

Hal yang tidak menguntungkan adalah ketergantungan kita pada sumber-sumber digital tersebut, sehingga begitu tidak ada koneksi dengan sumber (baik Internet maupun offline), kita kadang mengalami kebingungan dalam membaca dan memahami informasi (atau bahkan knowledge) dan sulit dalam mengambil keputusan. Apalagi jika sumber-sumber tersebut tidak mempunyai cadangan/backup, sehingga jika terjadi gangguan/kerusakan akan membuat kita harus memulai dari awal lagi untuk memahami suatu informasi/knowledge.

Pernahkan kita mencoba untuk menyimpan catatan-catatan penting pada buku/notes lagi? Pernahkah kita mencoba memahami dan meresapi suatu informasi/knowledge yang penting ke dalam otak kita, dengan anggapan mungkin sumber digital itu tidak ada lagi? Pernahkah kita mencoba mengambil keputusan dengan mengingat semua memori yang ada dalam kepala kita, tanpa bantuan informasi/knowledge digital? Bagaimanapun juga, otak kita adalah sebuah supercomputer terhebat di jagat raya ini, yang merupakan ciptaan Allah SWT. Informasi/knowledge di sekeliling kita (secara analog) baik merupakan manusia. Lingkungan hidup bahkan benda mati pun merupakan sumber-sumber yang tidak akan habis dipelajari.

Sekali waktu, silahkan rekan-rekan mencoba berjalan pada suatu lingkungan yang segar alami di pedesaan, pegunungan atau pantai tanpa membawa peralatan digital apapun untuk coba menguji lagi sistem analog di tubuh kita apakah masih mampu berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan kita (manusia, hewan, tumbuhan dan lain-lain). Sebuah renungan sederhana dari penulis untuk diri sendiri, semoga bermanfaat bagi rekan-rekan juga. Salam, surahyo.
Share:

Thursday, August 12, 2010

Filter Konten Internet oleh Pemerintah (pro dan kontra)

Dear all,

Mungkin beberapa hari ini beberapa rekan merasakan penurunan kecepatan ketika mengakses Internet. Bisa jadi saat itu konten yang sedang anda akses sedang diperiksa oleh suatu sistem untuk memilah apakah layak untuk diteruskan atau tidak. Tentunya tidak semua akses mengalaminya, karena pintu keluar (gateway) masing-masing ISP berbeda-beda. Dari beberapa sumber, yang saat ini pasti mengalami proses filtering adalah Telkom, Indosat, Indosat Mega Media (IM2), XL Axiata, Bakrie Telecom, dan Telkomsel. Sedangkan ISP-ISP lain belum bisa dikonfirmasi, kemungkinan besar tidak dilakukan filtering terutama untuk ISP-ISP kecil.

Saat ini Kominfo sedang menerapkan bersama ISP akan menggunakan DNS Nawala dan database Massive Trust Positif. Silahkan diakses situs-situs berikut untuk penjelasan detailnya:
1. http://www.trustpositif.depkominfo.go.id/
Sebagai ringkasan, tujuan utama Trust Positif adalah:
Internet Aman & Sehat: Internet yang aman dan sehat dengan perlindungan terhadap akses internet berdasarkan daftar informasi sehat dan terpercaya (TRUST+™ List)
Perlindungan: Perlindungan pada masyarakat terhadap nilai-nilai etika, moral, dan kaedah-kaedah yang tidak sesuai dengan citra Bangsa Indonesia.
Penghematan: Penghematan terhadap pemborosan penggunaan akses internet (internet utilization) di Indonesia.


2. http://www.nawala.org/
Nawala Nusantara adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan situs negatif. Nawala Nusantara akan membantu menapis jenis situs-situs negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Nusantara juga akan menapis situs Internetyang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising(penyesatan) dan sejenisnya.

Sebelum berdiskusi lebih lanjut, saya coba akan menyarankan rekan-rekan untuk membaca sebuah berita mengenai Surveillance Pervasif dibawah pemerintahan Obama di Amerika dengan menggunakan sistem yang disebut "Einstein". Link ada di:
http://www.globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=14249
atau anda bisa membaca terjemahan oleh Google Tranlate di bawah ini:
http://translate.google.com/translate?js=y&prev=_t&hl=en&ie=UTF-8&layout=1&eotf=1&u=http%3A%2F%2Fwww.globalresearch.ca%2Findex.php%3Fcontext%3Dva%26aid%3D14249&sl=en&tl=id
Secara garis besar, pemerintah Obama mengawasi trafik Internet di Amerika dengan menggunakan "Einstein" yang dihubungkan ke database raksasa milik NSA (National Security Agency) bekerjasama dengan operator telekomunikasi AT&T, mungkin dengan Verizon dan Bell South juga.

Suatu hal menarik dari berita mengenai Surveillance Pervasif dibawah pemerintahan Obama adalah dipersiapkannya aturan hukum berupa dokumen "Pengkajian Dampak Privasi" atau Privacy Impact Assessment (PIA) for EINSTEIN 2. Dokumen tersebut dapat didownload di:
http://www.dhs.gov/xlibrary/assets/privacy/privacy_pia_einstein2.pdf
Disini dijelaskan bahwa pemerintah berhak mengawasi " aktivitas berbahaya "dan bukan informasi pribadi masyarakat.

Saya sengaja tidak hanya fokus pada konten Pornografi yang pasti tidak baik buat kita semua, apalagi di bulan Ramadhan. Tapi lebih juga kepada seberapa jauh dan seberapa bisa Pemerintah mampu mengontrol konten Internet yang diakses masyarakatnya. Selain Sistem Filtering yang harus dipersiapkan dengan baik (dalam artian Sistem yang handal, cepat dan akurat), tapi juga banyak hal lain yang harus diperhatikan. Mulai dari sosialisasi dan edukasi ke para pengguna Internet, aturan hukum yang melindungi kepentingan Pemerintah dan masyarakat.

Dari sisi teknologi, berikut saya cuplikan gambar topologi sistem Filter dari situs trust Posistif milik Kominfo:


Secara mudah bisa dijelaskan bahwa setiap kali rekan-rekan mengakses Internet, alamat yang anda tuju akan dibandingkan dengan daftar (list) mana yang boleh dan mana yang tidak. Detail daftar tersebut dapat di download di situs berikut:
http://trustpositif.depkominfo.go.id/files/downloads/database.html

Tapi bagaimanapun juga, setiap sistem pasti punya kelebihan dan kekurangan. Menurut beberapa pakar IT, sistem yang dipakai Kominfo bakal bisa mengalami overload sehingga bisa berhenti total jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, tidak semua konten yang negatif saja (pornografi, judi, phising dll) akan terblokir tapi juga beberapa situs lain misal Iklan, Bisnis berbasis Internet dan lain-lain pun bisa terblokir. Butuh suatu persiapan yang matang untuk membangun sistem filtering yang bisa memilah konten tapi juga tetap handal dengan trafik yang tinggi. Belajar dari pemerintah China dan Amerika yang sangat serius dalam hal ini, bahkan mereka juga mempersiapkan aturan hukum sehingga kalau ada yang merasa dilanggar privasi-nya, bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Ingat, yang diawasi bukan hanya konten negatif saja, konten APAPUN bisa diawasi.

Sesuai dengan bulan Puasa ini, sebenarnya filter yang paling efektif adalah di dalam hati/pikiran kita sendiri. Kita sendirilah yang bakal tahu apa yang boleh dan apa yang tidak sesuai dengan Agama yang kita anut dan etika yang berlaku di masyarakat. Bagi yang tetap berkeinginan mengakses konten negatif, berapa kuat/hebat sistem filtering dipakaipun, tetap akan ada cara lain untuk mengaksesnya. The choice is yours.....!

Semoga tulisan pendek ini bermanfaat buat bahan diskusi kita semua. Mohon maaf dengan keterbatasan pemahaman dan pengetahuan penulis.

Terimakasih dan salam
Surahyo
Share:

Wednesday, August 11, 2010

Once we release a content on the Internet, then it will not be removable forever



Dear all,

Setelah lama tidak menulis Blog yang serius mengenai TI, saya coba rangkum beberapa kejadian yang terjadi baru-baru ini menyangkut masalah penipuan melalui media elektronik, atau kasus penyebaran konten yang tidak layak di Internet, atau pemanfaatan Internet utk mengintimidasi orang/kelompok lain dan sebagainya.

Sebagai referensi awal, silahkan kalau ada waktu bisa dibaca beberapa tulisan saya sebelumnya:
1. Penipuan melalui Yahoo Messenger (atau Facebook dan lain-lain)
http://surahyo.blogspot.com/2010/06/penipuan-melalui-yahoo-messenger-atau.html
2. Perlukah etika dalam pemanfaatan media elektronik (berbasis TI)?
http://surahyo.blogspot.com/2010/01/dear-all-sekedar-tulisan-ringan-mungkin.html
3. Ancaman Keamanan pada Digital Lifestyle
http://surahyo.blogspot.com/2009/03/ancaman-keamanan-pada-digital-lifestyle.html
4. Jangan lupakan sisi keamanan (pada jaringan WiFi anda)
http://surahyo.blogspot.com/2009/03/jangan-lupakan-sisi-keamanan-pada.html
5. Hacker dan Security System
http://surahyo.blogspot.com/2006/11/dear-all-kalau-melihat-judul-di-atas.html

Kasus real yang saya hadapi baru-baru ini adalah penipuan melalui Yahoo Messenger, dimana seseorang berhasil mengambil alih account YM seorang teman dan mencoba menipu saya dengan meminta tolong utk transfer uang melalui ATM. Kasus lain adalah tadi pagi seorang teman dosen menemukan seorang mahasiswa yang menulis di blog tentang bagaimana dia melakukan kecurangan dalam mengerjakan ujian. Atau lain waktu saya menemukan foto-foto saya digunakan orang lain tanpa seijin saya. Dulu waktu aktif menulis blog-pun, saya sering menemukan orang lain meng-copy isi blog saya tanpa seijin saya.


Secara garis besar, apapun kegiatan yang kita lakukan di Internet baik itu berupa email, blog, situs jejaring sosial, upload video di Youtube maupun hal yang sejenis akan bertahan di dunia maya tanpa batasan waktu. Hal ini termasuk komentar kita di status FB, Notes, Blog dan lain sebagainya. Kenapa saya bisa mengutarakan demikian, karena konten yang kita unggah ke Internet bukan berada di sistem kita saja (PC/Notebook dan server kita), tapi juga dengan cepat akan menyebar baik diketahui maupun tidak ke seluruh sistem yg lain. Kalaupun kita men-delete isi email, komentar, Notes, blog dll pun, ada sistem lain (PC milik seseorang, server di tempat lain dll) yang sudah terlanjur meng-copy dan bahkan menyimpan di dalam memory temporary maupun permanen (didownload dan disimpan). Setelah itu konten tersebut akan cepat sekali menyebar ke berbagai sistem yg lain.

Dalam konteks keamanan, hal ini juga sangat berbahaya karena ada pihak tertentu bisa memanfaatkannya. Dalam konteks privacy, ada pihak lain yang semestinya tidak perlu menikmati suatu konten pribadi yg akhirnya menjadi milik publik. Dalam konteks etika, dengan mudah kita menjelek2kan seseorang atau suatu kelompok yg bisa dikonsumsi orang lain yg tidak perlu terlibat. Dan masih banyak masalah2 lain yang bisa timbul karena kecerobohan kita tersebut.

Monggo silahkan coba sebuah eksperimen sederhana bagaimana konten yg kita buat bisa otomatis diamati orang lain. Coba buatlah sebuah konten dengan nama sebuah negara yg sedang menjadi isu kontroversial akhir-akhir ini. Konten bisa berupa status, komentar, foto, notes, video dan lain-lain. Lalu setelah itu, ketikkan nama negara tersebut di "Search" Facebook, muncul di kategori "Interest". Klik link tersebut, disana silahkan klik "Related Posts", maka konten yg anda buat otomatis ada disana. Silahkan dicoba.....

Eksperimen berikutnya, silahkan kunjungi situs:
http://www.copyscape.com/
lalu masukkan Blog atau situs yang anda kelola untuk mencari situs-situs lain yang meng-copy konten kita tanpa ijin.

Atau permahir fungsi "Search" di Facebook untuk mengetahui apakah ada orang lain yang memperbincangkan kita, dan yang pasti adalah Google sendiri kalau di-optimalkan akan menjadi pelacak yang sangat hebat utk konten2 tertentu baik dari kita maupun orang lain.
Sebagai contoh, saya masih bisa menemukan konten berupa email di milist tahun 1999:
http://www.dbai.tuwien.ac.at/marchives/fuzzy-mail99/0962.html
tanpa harus masuk ke dalam milist tersebut. Usia konten ini berarti sudah 11 tahun!

Saya coba menunggu dulu komentar dan pertanyaan rekan2 FB, nanti akan saya bahas lebih mendalam lagi dalam bentuk diskusi, Semoga bermanfaat bagi rekan2 FB.


Salam,
Surahyo
Share:

Friday, June 18, 2010

Penipuan melalui Yahoo Messenger (atau Facebook dan lain-lain)


Dear all,

Sekedar mengingatkan bahwa akhir2 ini marak penipuan dengan mengatasnamakan teman/kolega/keluarga kita melalui Yahoo Messenger, Facebook, email dan lain-lain.
Ini sekedar contoh baru beberapa menit lalu, salah satu account YM kolega saya di Jakarta yang diambil alih seseorang.
Tambahan:
Kasus Butet di DetikNews:
http://www.detiknews.com/read/2010/05/27/151629/1365210/10/percakapan-butet-dengan-pembajak-akun-ym-jajang-c-noer
dan di Internet Sehat
http://ictwatch.com/internetsehat/2010/06/09/belajar-dari-kasus-butet-kenali-modus-pembajak-akun-ym/

Sejak awal percakapannya sudah aneh karena gaya bahasa-nya lain, catatan beliau adalah senior saya. Tapi karena saya penasaran, saya coba layani dan dipancing-pancing utk mendapat data tentang orang tersebut. Sayang mungkin akhirnya dia sadar, karena terus berhenti. Tapi paling tidak saya bisa mendapatkan Nama, No Rekening dan Kantor Cabang Bank yang dia pakai. Sebenernya kalau mau lebih sabar tadi, saya bisa dapat Alamat dan No HP. Sekalian secara teknis saya coba lacak IP Address utk mengetahui lokasi, sayang dia gak Accept file yang saya kirim. Yang saya dapat IP Server Yahoo terdekat yaitu 98.137.130.28:5050.

Silahkan dijadikan sebagai pelajaran, terutama agar kita berhati2.
Tips pertama: Pahami dan hapalkan gaya menulis teman kita. Dari usia, jabatan, keakraban, kegiatan2 yg pernah dilakukan bersama dll pasti akan ingat di otak. Jika ada percakapan yg melenceng dari itu, berhati-hatilah. Percayakan pada insting, kalau gaya nulis/bicara udh beda...that must be something wrong.
Tips berikutnya adalah konfirmasi ke pemilik asli baik melalui telpon maupun yang lain.
Selain itu, rutin mengganti password dan menggunakan kombinasi huruf besar/kecil, angka, & karakter.


----- deleted conversation---------
xxxxx: nanti coba saya konfirmasi lagi..
xxxxx: oia mas,saya bisa minta tolong dulu tidak?
surahyo: gimana mas?
xxxxx: mas,d atm ada saldo 2juta ga?
surahyo: gimana?
xxxxx: ada saldo 2juta ga?
surahyo: ada sih
xxxxx: bsa tolong transfer dulu nda mas?nanti jam 3 saya kembalikan
xxxxx: tolong
surahyo: ke rekening mana?
xxxxx: mas pake rek apa?
surahyo: mandiri ada, bca ada
xxxxx: yang bsa langsung yang mana mas?
surahyo: terserah saja aku manut
xxxxx: makasih mas
xxxxx: 1234567789 (dia menuliskan no rekening)
xxxxx: ini mas
xxxxx: bsa sekarang kan?
surahyo: atas nama?
surahyo: cabang mana
xxxxx: suatunama cabang suatukota
surahyo: oke...ini rekening siapa?
xxxxx: adik ku.
xxxxx: gmn?
surahyo: oke no problem
surahyo: mohon alamat lengkap dan no HP
---------------------------------------------------------
dan sementara berhenti sampai disini.

Berikut hasil email dari pemilik account yang diberi notifikasi Yahoo bahwa ada yg merubah password-nya:
---------------------------- Original Message ----------------------------
Subject: Your Yahoo! password was changed
From: yahoo-account-services-us@cc.yahoo-inc.com
Date: Mon, June 14, 2010 11:54 am
To: xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
--------------------------------------------------------------------------


Your Yahoo! ID is: pr*******
(ID partially hidden for your privacy)

The password for your Yahoo! ID was recently changed. You don't need to do
anything, this message is simply a notification to protect the security of
your account.
Your new password may take a few moments to become active. If it doesn't
work on your first try, please try it again later.

- Didn't change your password?
1. Someone changed your password on June 14, 2010 at 11:54am ICT. Please
sign in to your Yahoo! account to confirm you still have access after the
change.

2. Reset your password (https://edit.yahoo.com/forgot?intl=us&partner)
from any sign-in screen by clicking the forgotten password link.


3. Visit the Yahoo! Security Center (http://security.yahoo.com/) to learn
how to protect yourself from phishing attacks.

Regards,
Yahoo! Account Services
********************************************************
Please do not reply to this message. Mail sent to this address cannot be
answered.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga bermanfaat, salam.

Surahyo
Share:

Saturday, January 9, 2010

Perlukah etika dalam pemanfaatan media elektronik (berbasis TI)?


Dear all,

Sekedar tulisan ringan (mungkin tidak bermutu) dari saya di akhir tahun ini, untuk menyikapi beberapa kejadian akhir-akhir ini yang berhubungan dengan media elektronik baik Facebook, email, chat, blog, TV dan lain-lain.

Saat ini kita memasuki era dimana pengisi suatu konten berita (pendek/panjang) tidak hanya dari pengelola media, tapi bahkan para pembaca/anggotanya. Trend penulisan blog yang dahulu hanya digunakan untuk curhat, sekarang bisa digunakan untuk sarana marketing yang efektif. Mailing list yang dulu banyak digunakan untuk tukar cerita antar anggota yang mempunyai minat sama, bisa digunakan untuk menyebarkan infomarsi secara cepat. Facebook yang awalnya untuk berinteraksi antar anggota, sebagai media pengganti bersosialisasi secara fisik, sekarang pun bisa digunakan untuk menyebarkan berita, sarana marketing bahkan menggalang suatu kesepakatan bahkan gerakan dan lain-lain.

Hal yang bagus dari media elektronik adalah kecepatan dalam penyebarannya, sehingga efek yang diperoleh bisa secara instan. Tapi di lain pihak, kadang kebenaran berita belum tentu bisa dikonfirmasi dari awal, atau dibaca secara instan tanpa melihat kontekstual seperti kita berbicara langsung secara fisik, kadang-kadang bisa menimbulkan kesalahpahaman, kebingungan bahkan tuntutan hukum. Akhir-akhir ini kita cukup disibukkan dengan berbagai berita seperti Prita, KPK, Luna Maya dan sejenisnya. Bahkan liputan penggrebekan Noordin M Top selama 17 jam itu pun menimbulkan fenomena tersendiri. Sehingga kadang kita pun perlu mencermati apakah ada suatu koridor yang mampu membatasi kita supaya tidak timbul efek-efek yang berakibat negatif di kemudian hari.

Kesulitan dalam mengelola informasi/berita dalam media elektronik termasuk blog, email & FB ini adalah bagaimana mengontrol siapa saja yang berhak memanfaatkannya, apa efek yang akan ditimbulkannya dan seberapa jauh efek itu akan tertinggal, kalau ada koreksi apakah mudah dilakukan, dan lain sebagainya. Perlu diingat, apapun yang kita tulis baik itu hal baik maupun buruk akan selalu tertinggal di media elektronik sampai kapanpun. Walaupun sumbernya dihapus, masih ada copy-copy lain yang masih tertinggal. Apakah berupa log file pada server, di forward ke email/blog/FB lain, di-print-out untuk dikoleksi dan lain-lain.

Beberapa orang akan mengatakan bahwa hal tersebut harus diatur melalui suatu aturan baku seperti UU maupun yang sejenis. Tapi beberapa orang mengatakan bahwa etika sudah bisa digunakan untuk hal seperti ini. Untuk bisa membuat, memanfaatkan dan memelihara suatu UU yang berhubungan dengan hal-hal seperti ini pasti membutuhkan usaha yang tidak mudah, bahkan terjadi di negara-negara yang sudah maju. Sehingga mungkin kita bisa mencoba memahami dan menelaah lagi suatu yang pernah kita miliki, terutama sebagai umat beragama dan manusia yang berbudaya, yaitu etika. Etika bisa merupakan suatu kesepakatan di dalam suatu lingkungan yang memberikan arahan mana yang baik, buruk, salah, benar dan lain-lain. Sehingga memang di lingkungan berbeda bisa berlainan etika-nya.

Kembali pada pemanfaatan media elektronik (berbasis TI), mengingat adanya kelebihan dan kekurangan yang disebut di atas, sepertinya kita butuh etika dalam menuliskan, mengungkapkan, membagikan berbagai informasi kepada semua orang. Kekakuan penyelesaian masalah karena penggunaan aturan baku (misal hukum) kadang-kadang akan membuat kesulitan kita dalam mendapatkan solusinya. Insya Allah, jika kita bisa bersikap bijak dan memahami etika yang berlaku, dan pasti mengacu pada ajaran agama kita masing-masing, solusi bisa kita dapatkan dengan baik.

Sekali lagi, ini hanya sekedar tulisan saya yang sangat sederhana, tanpa landasan pemahaman yang mendalam mengenai topik di atas. Paling tidak saya mencoba untuk belajar menulis sesuatu yang lebih berguna baik melalui Notes, status, komentar, foto dan lain-lain. Kadang masih terjadi kekhilafan dalam hal-hal tersebut, baik di blog, email, & FB tapi saya akan berusaha memperbaikinya. Ketidak hati-hatian saya dalam menulis status, memberikan komentar pada orang lain tanpa konfirmasi atau cek-ricek, mengupload foto yang tidak berkenan dan masih banyak yang lain. Mohon maaf jika selama ini ada hal-hal yang disengaja ataupun tidak, yang menimbulkan ketidaknyamanan Blogger yang lain. Jika dimungkinkan, pasti akan saya usahakan untuk memperbaikinya.

Sebagai penutup, saya kebetulan menemukan sebuah tulisan di blog yang saya coba pahami dan renungkan artinya. Sebuah cara bagi saya untuk melakukan koreksi diri terhadap diri saya yang sering melakukan kesalahan. Silahkan dibaca di:

Bicara Menentukan Peribadi:
http://jqafsadr.blogspot.com/2009/02/bicara-menentukan-peribadi.html

Semoga bermanfaat buat rekan-rekan Blogger, salam dan terimakasih
Surahyo
Share:

Thursday, April 30, 2009

Blog sebagai sarana CRM bagi perusahaan kecil


Dear all,

Seperti yang sudah diulas di edisi sebelumnya, saat ini Teknologi Informasi di Internet memungkinkan kita bisa mengelola hubungan dengan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM). Saat ini, tantangan perusahaan baik besar maupun kecil adalah bagaimana mengetahui dan memahami pelanggan mereka yang jumlahnya sangat besar, dengan lokasi yang berbeda-beda dan membeli produk/jasa kita yang sangat beragam. Jika dilakukan secara manual (analog) pasti akan sangat melelahkan karena semua data pelanggan harus disimpan dengan rapi dan teliti pada suatu buku atau dokumen fisik. Belum lagi jika saat kita membutuhkan, bakal memberikan kesulitan dalam mencari data-data tersebut.

Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam penanganan hal-hal tersebut. Adanya aplikasi-aplikasi CRM akan membuat perusahaan makin baik dalam mengelola hubungan dengan pelanggannya. Perusahaan akan makin memahami siapa saja pelanggannya, layanan apa yang mereka beli dari kita, respon bagaimana yang harus kita berikan jika ada keluhan adalah beberapa keuntungan dari penerapan CRM. Di artikel ini akan dibahas satu kegiatan dari CRM yang berupa Marketing dan Customer Service, selain kegiatan Sales.

Saat ini Internet menjadi salah satu pilihan bagi banyak perusahaan dalam membangun kanal (channel) layanan ke pelanggan. Pelanggan tidak harus datang ke toko/perusahaan secara fisik, kapan pun dan dimana pun pelanggan bisa berinteraksi dengan toko/perusahaan tersebut. Untuk itu banyak perusahaan yang sudah membuat situs (website). Dengan adanya website, pelanggan cukup mencari di mesin pencari (Search Engine) seperti Google maupun Yahoo dan akan mudah menemukan situs kita. Mereka bisa melihat siapa kita, jenis produk/layanan apa yang kita miliki, bagaimana jika ingin kontak dengan kita dan sebagainya. Saat ini teknologi dalam pengembangan website makin berkembang pesat sehingga memudahkan perusahaan dalam memulainya, tanpa harus memiliki sumber daya TI sendiri melainkan cukup menyewa pada ISP (Internet Service Provider).

Salah satu pemanfaatan teknologi di website adalah satu layanan website pribadi yang dulunya ditujukan untuk sarana sharing (curhat) bagi penggunanya. Layanan tadi disebut Weblog yang akhirnya disingkat menjadi Blog, dan merupakan salah satu layanan yang mengacu pada Web 2.0 (baca Web generasi kedua). Secara teknologi, tidak ada perbedaan mendasar dari website maupun blog. Yang membedakan adalah pemanfaatannya, dimana di era Blog ini kita bisa melakukan interaksi dua arah dengan pelanggan. Pelanggan tidak hanya sekedar melihat isi dari produk/jasa yang kita tawarkan, tapi mereka bisa melakukan diskusi dengan perusahaan atau dengan pengguna lain. Mereka bisa memberikan komentar atau bertanya langsung tanpa melalui pemahaman teknologi Internet yang rumit.

Dengan menggunakan Blog, perusahaan kecil menengah (UKM) bisa memulai membuat website secara mudah dan gratis. Berbagai layanan Blog bisa digunakan dengan mudah, mulai dari Blogspot (www.blogger.com), WordPress (www.wordpress.com), dan masih banyak lagi yang lainnya. Perusahaan cukup mendaftar pada situs-situs yang menyediakan layanan tadi, dan memilih alamat yang mudah diketahui dan dicari oleh pelanggan. Setelah mendapatkan alamat, kita kemudian memilih template (kerangka) dari tampilan dan bisa memulai mengisi konten dari Blog. Biasanya kita bisa memulai dengan membuat Company Profile dan membuat daftar produk/jasa yang ingin kita tawarkan.

Sampai pada tahap tersebut, Blog akan sama dengan teknologi website sebelumnya. Tapi perbedaan yang mendasar disini, mengacu pada CRM di bagian Customer Service, pelanggan bisa memberikan komentar langsung pada artikel yang kita pasang. Mereka bisa memuji, bertanya dan tentunya mengkritik kita sehingga terjadi diskusi antara perusahaan dan pelanggan. Bagi perusahaan, akan sangat menguntungkan jika kita mampu dengan cepat merespon kebutuhan pelanggan tanpa harus menunggu jam buka toko/perusahaan. Menu buku tamu di Blog saja juga sudah mempermudah mereka bertanya tanpa harus ketemu secara fisik.

Blog sesuai dengan konsep Web 2.0, juga memudahkan kita untuk mengisi konten dengan lebih dinamis, menarik dan interaktif. Perusahaan dengan mudah bisa menyertakan foto, musik maupun video pada Blog tanpa harus memahami TI secara mendalam. Jika diinginkan, perusahaan bisa menyatukan layanan dari website lain (disebut Mashup), tanpa harus memahami cara pemrogaman web. Misal, kita ingin menyertakan fungsi jam, kalendar, buku tamu, pergerakan mata uang, chatting dan lain sebagainya langsung di atas Blog kita. Tentunya, jika kita ingin mempunyai Blog yang handal dan cepat, kita bisa memilih paket yang harus dibayar dibanding yang gratis. Dengan paket seperti itu, nama Blog pun bisa kita sesuaikan misal www.perusahaan.com bukan perusahaan.blogspot.com atau perusahan.wordpress.com dan sejenisnya. Tutorial mengenai cara pembuatan Blog pun sangat mudah ditemukan di Internet, sehingga siapapun bisa memulai Blog dengan mudah.

Tahap terakhir tentunya memperkenalkan Blog kita kepada pengguna baik melalui cara tradisional seperti menuliskan alamat Blog di kartunama, spanduk dan lain-lain maupun secara digital. Blog harus didaftarkan pada mesin pencari (Search Engine) sehingga mudah diketemukan pelanggan. Selain itu kita harus rajin meng-update konten, bergabung dengan berbagai forum dan mailing list untuk memperkenalkan Blog kita, sering mengunjungi Blog lain untuk memberikan komentar dan lain sebagainya. Perlu diingat, Blog adalah sarana pembantu (tool), jadi tetap konsep CRM kitalah yang akan menentukan apakah Blog tersebut akan berhasil membantu kinerja penjualan maupun pelayanan pelanggan atau tidak. Semoga artikel pendek ini membantu memberikan pemahaman mengenai Blog dan pemanfaatannya. Salam, surahyo
Share:

Monday, April 13, 2009

Sistem Operasi Alternatif : Linux Ubuntu


Dear all,

Sekedar sharing tentang penggunaan Operating System alternatif yaitu Linux Ubuntu. Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 12 April 2009, untuk konsumsi masyarakat awam sehingga tidak terlalu teknis. Semoga bermanfaat, salam.

Para pengguna komputer pasti sudah sangat familiar dengan Sistem Operasi yang tersedia di komputer mereka yaitu Microsoft (MS) Windows. Sistem Operasi dari perusahaan Microsoft itu sudah dikenal sejak lama, setelah pengguna terbiasa menggunakan MS DOS di era awal 1990an yang masih menggunakan text (text-based) dalam pengoperasiannya. Dalam perkembangannya MS Windows dimulai dari versi Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, Windows ME, Windows XP, Windows Vista dan sebentar lagi Windows 7.

Sistem Operasi MS Windows adalah produk komersial dari perusahaan Microsoft, dimana pengguna diharuskan membayar lisensi atas penggunaan aplikasi mereka. Biaya yang dibayarkan bisa beragam karena versi MS Windows itu bisa berupa Home Edition, Professional/Business Edition maupun Server Edition. Sayangnya bagi kita yang tinggal di negara berkembang, biaya tersebut cukup mahal mengingat minimal biaya per lisensi bisa mencapai 1 juta rupiah. Untuk itu para pengguna komputer bisa mempertimbangkan Sistem Operasi yang bebas biaya dan masuk kategori Open Source yaitu Linux.

Aplikasi Open Source adalah aplikasi yang awal mulanya dikembangkan oleh para komunitas TI di dunia, bukan berasal dari satu perusahaan komersial. Dengan kata lain, aplikasi tersebut bebas (free) digunakan oleh siapapun untuk keperluan apapun di lingkungan manapun. Aplikasi Open Source juga diartikan aplikasi yang terbuka sumber kode-nya (source code) sehingga memungkinkan para pengembang (developer) aplikasi untuk memodifikasi sesuai kebutuhan pengguna dan meningkatkan kinerjanya. Pengguna bisa menggunakan secara gratis, memperbanyak bahkan membagikan ke siapapun tanpa perlu dipungut biaya sama sekali. Hal lain yang sangat berguna adalah pengguna tidak perlu dipusingkan adanya virus atau aplikasi pengganggu sejenisnya, yang biasa terjadi di aplikasi komersial seperti MS Windows dan lain-lain. Aplikasi jenis Open Source sangat beragam mulai dari Sistem Operasi, aplikasi perkantoran (OpenOffice), browser (Firefox), dan lain sebagainya.

Salah satu Sistem Operasi kategori Open Source yang terkenal saat ini adalah Linux Ubuntu (www.ubuntu.com). Ubuntu adalah salah satu Sistem Operasi yang sangat mudah digunakan, bahkan untuk mencobanya pengguna tidak perlu melakukan instalasi di komputer mereka. Dengan menggunakan Ubuntu Live CD, pengguna cukup memasukkan CD tersebut ke komputer, melakukan restart dan berikutnya Ubuntu akan bisa dioperasikan secara langsung. Proses instalasi Ubuntu pun relatif mudah, walaupun bagi pengguna yang ingin menggunakan Ubuntu sebagai pelengkap dari MS Windows yang sudah ada memerlukan sedikit pemahaman teknis mengenai cara partisi harddisk. Dengan cara instalasi seperti ini, pengguna bisa mempunya 2 (dua) Sistem Operasi di komputer, yang bisa dipindah (switch) sesuai kebutuhan. Dengan kebutuhan hardware minimal yang setara MS Windows XP, Ubuntu bisa diinstal dalam waktu 30-60 menit. Hal lain yang sangat membantu pengguna awam adalah menu instalasi bisa menggunakan bahasa Indonesia. Begitu juga menu-menu aplikasi di dalam penggunaan desktop di Ubuntu bisa diatur agar menggunakan bahasa Indonesia.

Ubuntu terbaru versi 8.10 seperti yang sebelumnya, sudah dilengkapi berbagai aplikasi Open Source lain yang lain bisa kita pakai. Aplikasi-aplikasi tersebut antara lain aplikasi perkantoran OpenOffice versi 2.4, browser Firefox, email dan kalendar Evolution, media player untuk musik dan video Rhythmbox dan masih banyak lagi. Pengguna tidak perlu melakukan instalasi tambahan jika hanya ingin digunakan untuk kebutuhan standar. Fitur lain yang sangat membantu adalah tersedianya kemudahan untuk koneksi Internet dengan menggunakan modem 3.5G yang sekarang sedang banyak dipakai di Indonesia. Pengguna tinggal mencolokkan modem ke port USB atau PCMCIA/Express Card komputer dan sudah tersedia menu untuk koneksi Internet sesuai provider yang disewa.

Hal yang memudahkan bagi pengguna adalah hampir semua file/dokumen yang pernah dibuat di atas MS Windows akan bisa dibaca dan dimodifikasi di atas aplikasi-aplikasi Ubuntu. File-file dengan format MS Office akan dengan mudah dibaca dan dimodifikasi oleh aplikasi OpenOffice. Pengguna bisa mengakses folder-folder di partisi harddisk MS Windows, atau di flashdisk maupun harddisk eksternal yang diformat oleh MS Windows sehingga tidak ada kekuatiran terhadap kesulitan akses data sama sekali. Kelebihan yang sangat membantu pengguna adalah tidak adanya virus yang bakal mengganggu pekerjaan kita, jika kita menggunakan aplikasi-aplikasi jenis Open Source ini. Jika hardware dari kartu grafis komputer mendukung, Ubuntu juga mempunyai tampilan yang sangat bagus dan mendukung 3 Dimensi sehingga membuat tampilan desktop anda sangat berbeda.

Ubuntu versi terbaru dengan kode Ubuntu 9.04 akan diluncurkan pada 23 April 2009 ini. Pengguna bisa mendapatkan CD tersebut dari berbagai majalah komputer atau meminjam dari teman yang sudah memilikinya. Jika memungkinkan, pengguna juga bisa mendownload dari situs Ubuntu tanpa dibebani biaya apapun. Saat ini, pembajakan aplikasi komersial di Indonesia sudah menjadi hal yang lumrah/biasa. Ini juga disebabkan harga aplikasi komersial masih dirasa mahal oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan aplikasi Open Source seperti Linux Ubuntu ini akan menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi angka pembajakan aplikasi.
Share:

Saturday, April 11, 2009

Windows 7 sebagai Sistem Operasi terbaru Microsoft



Dear all,

Sekedar sharing pengalaman saya menggunakan Sistem Operasi terbaru dari Microsoft, (walaupun saya pecinta Ubuntu Linux). Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 5 April 2009. Semoga memberikan wawasan baru, salam.

Setelah mengalami beberapa masalah dalam penjualan Windows Vista, Microsoft berencana meluncurkan versi terbaru Sistem Operasi mereka yaitu Windows 7. Seperti kita ketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini penggunaan Windows Vista di berbagai perusahaan mengalami masalah dengan tidak adanya kompatibilitas dengan beberapa aplikasi bisnis yang mereka pakai. Selain itu, Windows Vista terlalu boros dalam menggunakan sumber daya (resources) hardware di computer sehingga menyulitkan dalam penggunaannya. Akibatnya, banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke Windows XP. Hal itu menyebabkan Microsoft mengeluarkan update-update terbaru bagi Windows XP yang sebelumnya oleh Microsoft direncanakan akan dihentikan penjualannya.

Saat ini pihak Microsoft sudah menyediakan Windows 7 versi Beta, yang artinya pengguna bisa men-download langsung dari situs Microsoft tanpa dikenakan biaya karena masih dalam tahap ujicoba. Pengguna juga bisa meng-copy atau mendapatkan DVD untuk menginstall Sistem Operasi tersebut dari beberapa majalah computer yang menyediakan secara gratis di edisi-edisi terbaru mereka. Hal penting yang perlu dicermati dalam penggunaan Windows 7 Beta adalah pihak Microsoft tidak menangggung resiko apapun jika terjadi suatu masalah dalam penggunaannya. Tujuan dari versi Beta adalah untuk mendapatkan masukan (feedback) sebanyak mungkin dari pengguna sehingga nanti dalam peluncuran resminya sudah bisa memenuhi kebutuhan terbaru dan memperbaiki kekurangan yang terjadi.

Penulis sudah mencoba menggunakan Windows 7 Beta beberapa minggu terakhir ini, dengan catatan Sistem Operasi ini tidak di-install tunggal tapi menyertai Windows XP dan Linux yang sudah ada di computer. Bagi pengguna yang ingin mencoba, pada saat instalasi akan disarankan untuk tidak menggunakan Windows 7 sebagai pengganti Windows XP maupun Vista yang sudah ada. Salah satu perbaikan yang terasa adalah kebutuhan minimal hardware untuk installasi lebih sedikit dibanding Windows Vista. Hal itu mengakibatkan proses instalasi menjadi makin cepat dan mudah. Diikuti proses startup yang lebih cepat, dan tampilan yang lebih bersih dan atraktif.

Hal lain yang membedakan dengan Windows Vista adalah tampilan yang lebih menarik dan penggunaan menu yang lebih sederhana. Fitur User Account Control (UAC) yang sering merepotkan pengguna Windows Vista sudah diperbaiki, sehingga pengguna Windows 7 tidak merasa terganggu. Taskbar juga disederhanakan sehingga jika pengguna membuka banyak aplikasi dan data, tidak akan membuat penuh menu di taskbar Windows 7. Jenis aplikasi dan data akan dikelompokkan di taskbar, sehingga proses perpindahan (switching) antar aplikasi dan data jadi lebih cepat dan mudah. Tampilan grafis dari desktop pun jadi lebih indah dan menyenangkan, diikuti sentuhan 3D pada beberapa bagian.

Penulis mencoba menginstalasi beberapa aplikasi standar bisnis seperti MS Office dan OpenOffice, Acrobat Reader, browser Firefox termasuk free antivirus Avast dan lain-lain. Sejauh ini belum menemui kendala dalam penggunaan, termasuk penggunaan aplilasi untuk koneksi Internet menggunakan Broadband Wireless (3G dan 3.5G). Jika menemui kendala, di setiap menu sudah disediakan shortcut bagi pengguna untuk memberikan feedback langsung ke Microsoft dalam penggunaan. Microsoft sendiri merencanakan akan meluncurkan Windows 7 sekitar bulan September atau Oktober 2009. Tentunya akan banyak perbaikan-perbaikan berdasarkan masukan para pengguna versi Beta saat ini. Banyak pihak baik perorangan maupun perusahaan berharap bahwa Windows 7 bisa menjadi solusi bisnis yang handal seperti Windows XP sebelumnya. Saat ini memang menjadi tantangan yang berat bagi Microsoft untuk bisa mempertahankan dominasi pasar Sistem Operasi diantara pilihan lain seperti Apple Macintosh dan Linux yang semakin bertambah jumlah penggunanya.
Share:

Tuesday, March 31, 2009

Virus dan Antivirus



Dear all,

Sekedar sharing artikel saya mengenai Teknologi Populer yang sudah dimuat di Harian Jogja edisi 29 Maret 2009. Isu ancaman serangan virus yang akan selalu ada di lingkungan kita. Semoga memberikan wawasan baru, salam.

Para pengguna komputer pasti sudah familiar dengan apa yang disebut Virus Komputer, apalagi jika menggunakan Sistem Operasi Microsoft Windows. Virus komputer adalah aplikasi komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam aplikasi atau dokumen lain. Virus komputer bisa diumpamakan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat mengganggu (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat koneksi pada jaringan menjadi lambat (bahkan berhenti sama sekali), atau tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya merusak perangkat lunak komputer (dan data) tapi tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer. Beberapa jenis virus komputer tertentu dapat memaksa processing berlebihan pada perangkat tertentu misalnya Graphic Card, Memory maupun Processor. Efek negatif yang ditimbulkan akan membuat sumber daya pada komputer menjadi berkurang secara signifikan. Akibatnya, pengguna merasa komputernya menjadi sangat lambat sekali dalam memproses berbagai hal. Secara statistik, hampir 95% lebih virus adalah virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Macintosh maupun sistim operasi lain misal UNIX.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pengguna perlu menggunakan aplikasi Anti Virus. Jenis aplikasi ini dapat mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut. Cara kerja antivirus cukup sederhana dengan mencari tanda-tanda dari keberadaan virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dipelajari oleh vendor antivirus. Kode virus kemudian dikelompokan sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, sehingga pengguna harus rajin untuk meng-update basis data (signature) virus agar tidak terserang virus-virus baru. Hal yang menjadi tantangan bagi para vendor antivirus adalah adanya varian baru virus, yang sudah dimodikasi programmer lokal. Hal ini akan menyulitkan pengguna komputer yang menggunakan antivirus dari suatu vendor terkenal, tapi gagal mendeteksi virus lokal.

Cara lain dari antivirus dalam mendeteksi ancaman virus adalah menggunakan pendekatan memahami perilaku aplikasi normal pada suatu komputer. Jika ada kegiatan anomali (tidak wajar) pada suatu aplikasi yang berjalan, antivirus akan mendeteksi dan menutup akses yang tidak wajar tersebut. Beberapa vendor menyebut cara ini dengan Behavior Blocking Detection, walaupun belum banyak yang menerapkan. Saat ini, jenis virus terbaru yang nantinya bakal merepotkan vendor antivirus adalah jenis virus yang akan membuat kode (perilaku) yang sangat spesifik ke setiap korban sehingga antivirus tidak akan mengenalinya.

Dikarenakan sebagian besar vendor masih menggunakan cara tradisional dalam mendeteksi dan menghilangkan virus-virus, pengguna komputer diharuskan selalu waspada terhadap ancaman virus terbaru, tidak peduli menggunakan antivirus dari vendor manapun. Kedisplinan pengguna seperti rajin meng-update basis data virus, berhati-hati dalam menggunakan layanan jaringan lokal dan Internet (baik untuk browsing, chatting dan email) maupun transfer file menggunakan flashdisk akan sangat membantu mengurangi resiko. Beberapa situs lokal bisa dijadikan referensi untuk memantau perkembangan virus terbaru terutama virus lokal, seperti http://vaksin.com atau http://www.virologi.info dan beberapa situs lain yang bisa ditemukan melalui Search Engine. Cara lain untuk menghindari ancaman virus adalah penggunaan Sistem Operasi selain Microsoft Windows, misal menggunakan Macintosh ataupun Linux. Walaupun cara ini akan memaksa pengguna komputer harus belajar hal baru dalam menggunakan/mengoperasikan komputernya. Sebagai penutup, penulis mengingatkan bahwa teknologi pengembangan virus akan selalu berkembang dan berkejar-kejaran dengan vendor antivirus. Apapun jenis antivirus-nya, jika pengguna tidak berhati-hati akan tetap mendapatkan ancaman serangan virus. Kebiasan membuat data cadangan (backup) adalah langkah tambahan yang juga harus selalu dilakukan para pengguna komputer. Hal ini juga berlaku pada para pengguna handphone yang juga rentan terhadap serangan virus.

Share:

Thursday, March 26, 2009

Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Touchscreen


Dear all,

Sekedar sharing Teknologi Populer mengenai Touchscreen. Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 8 Maret 2009. Semoga berguna, salam.

Saat ini sudah menjadi hal biasa bagi kita untuk melihat berbagai device, baik itu notebook, handphone maupun layar PC, menggunakan teknologi touchscreen. Teknologi touchscreen adalah suatu display/layar yang digunakan untuk mengetahui keberadaan dan lokasi suatu “sentuhan” di dalam suatu area. Terminologi ini mengacu pada kontak atau sentuhan pada layar dengan menggunakan jari atau tangan. Teknologi ini juga bisa mengetahui sentuhan dari obyek pasif seperti stylus dan sejenisnya.

Sampai awal tahun 80an, teknologi touchscreen hanya bisa mengenali satu titik sentuhan, tapi dalam perkembangannya sekarang bisa mengenali beberapa titik sentuhan (multi-touch). Contoh yang terbaru adalah produk terkenal dari Apple berupa iPhone maupun MacBook Air di touchpad-nya. Cara kerja touchscreen pun sebenarnya cukup mudah. Setiap kali kita menyentuh layar tersebut akan terjadi perubahan state (status) pada layar yang kemudian akan dipahami oleh software untuk diterjemahkan menjadi suatu informasi.


Device yang memanfaatkan touchscreen akan memberikan kemudahan dan kecepatan akses bagi penggunanya. Kita tidak perlu repot untuk mencari tombol pada keyboard/keypad dalam mengeksekusi suatu perintah. Pengguna yang sudah terbiasa, akan secara optimal mengakses menu-menu yang paling sering digunakan sehingga proses keseluruhan akan lebih cepat. Beberapa contoh penerapan pada notebook/PC ataupun handphone, menu-menu utama akan lebih mudah diakses. Notebook jenis Tablet atau layar PC touchscreen pada ATM/vending machine/kiosk sangat terbantu dalam hal ini. Menu sudah disusun sedemikian rupa sehingga pengguna tidak perlu banyak berpikir, langsung menyentuh pada layar dan perintah akan segera dieksekusi. Contoh lain, device untuk mengetahui inventory pada gudang atau kondisi barang pada rak di supermarket akan lebih cepat dan mudah jika menggunakan touchscreen. Teknologi yang terbaru bahkan memungkinkan kita menulis dengan jari atau stylus, dan diterjemahkan seperti apa adanya. Hal ini sering disebut kemampuan Handwriting Recognition (pengenalan tulisan/gambaran tangan). Produk Apple seperti iPod maupun touchpad di MacBook Air malah bisa mengenali sentuhan pada beberapa titik sekaligus (multi-touch) tanpa ada masalah. Sebagai contoh, zooming foto/gambar pada iPhone bisa dilakukan dengan menggerakan 2 jari sekaligus.

Walaupun begitu, ada beberapa kelemahan yang timbul. Jika kita ingin memberikan perintah yang kompleks misalnya mengetik dengan cepat suatu kalimat pada layar, kadang terjadi error yang diakibatkan software tidak mampu menterjemahkan apa yang kita input-kan. Juga pada teknologi touchscreen yang lama, sentuhan berbarengan pada beberapa titik sekaligus akan membingungkan software dalam memahaminya.Teknologi touchscreen juga akan menyumbangkan tambahan biaya pada device tersebut. Notebook atau HP yang menggunakan teknologi ini akan lebih mahal harganya dengan device tanpa touchscreen walaupun fungsi-fungsinya sama. Sehingga perlu dipertimbangkan pada saat membeli, apakah kita sudah benar-benar membutuhkan teknologi tersebut atau tidak.

Teknologi touchscreen membutuhkan perawatan khusus, dimana layar harus selalu terjaga kebersihannya agar sentuhan (input) bisa diterjemahkan dengan tepat. Bagi yang suka ceroboh dalam menggunakan device, sebaiknya pertimbangkan pemilihan teknologi ini. Jika rusak, akan sia-sia harga mahal yang kita bayar pada device tersebut. Saat ini teknologi touchscreen sangat tepat digunakan pada device yang membutuhkan interaksi sederhana dan pengguna ingin memanfaatkan secara cepat dan akurat. Tapi jika interaksi yang akan kita lakukan cukup kompleks, mungkin keypad/keyboard dikombinasikan mouse/pointer masih merupakan pilihan terbaik. Semoga dalam perkembangannya, teknologi touchscreen makin murah, pintar dan akurat dalam memahami input, sehingga kedepan makin banyak device yang bisa kita manfaatkan dengan bantuan teknologi tersebut. Salam, surahyo.
Share:

Pemanfaatan Database pada Perusahaan Kecil


Dear all,

Sekedar sharing tentang pentingnya pemanfaatan Database bagi suatu organisasi baik skala besar maupun kecil. Artikel ini sudah dimuat di Harian Jogja edisi 22 Maret 2009. Semoga memberikan wawasan baru, salam.

Saat ini tiap organisasi/perusahaan baik itu skala kecil, menengah maupun besar sudah menggunakan sistem informasi untuk membantu kegiatan operasionalnya. Bagi perusahaan skala menengah dan besar, mereka biasanya sudah menggunakan aplikasi berbasis pada database sehingga mempermudah dalam pencarian dan pemanfaatan informasi yang dipunyai. Dengan dukungan dana dan divisi Teknologi Informasi yang ada, perusahaan tersebut tidak sulit dalam mengembangkan sistem informasi tersebut. Sekarang bagaimana dengan perusahaan skala kecil dalam membangun database seperti itu?

Sebelum kita bahas lebih dalam, apa sebenarnya definisi dari database itu sendiri? Database adalah kumpulan informasi yang dapat diatur dan diakses berdasarkan struktur logik dari informasi tersebut. Dengan kata lain, berbeda dalam pencarian informasi di atas aplikasi spreadsheet dimana kita harus tahu nama file, nama sheet kemudian di kolom dan baris keberapa, baru kita bisa temukan informasi tersebut. Dengan menggunakan DBMS (Database Management System), pencarian informasi akan dapat dilakukan dengan mudah. Database Management System adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat organisasi logik dari database dan bagaimana cara mengaksesnya.

Mengapa dibutuhkan pengelolaan data? Perusahaan harus bisa memantau apa yang terjadi pada kegiatan operasional sehingga bisa mengambil langkah yang cepat dan tepat jika terjadi masalah. Misal penjualan yang cepat harus diikuti manajemen inventori yang cepat pula. Bagian keuangan juga dengan cepat bisa menghitung rugi dan laba untuk membantu manajemen dalam menentukan apakah perlu menambah produksi, membeli bahan mentah dan lain sebagainya. Langkah pertama dari perusahaan kecil dalam membuat database adalah membuat standarisasi pada seluruh data-data yang ada. Standar tadi meliputi Identifier, Naming, Definition, Integrity Rule, dan Usage Right. Kemudian menentukan jenis aplikasi DBMS apa yang sesuai untuk dipakai dalam membantu penyusunan dan pemanfaatan data-data tersebut.

Aplikasi DBMS populer yang tersedia antara lain adalah Microsoft Access atau aplikasi kategori Open Source seperti OpenOffice Base yang bisa secara didapat gratis. Aplikasi-aplikasi tersebut digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Setelah database selesai dibuat, perusahaan skala kecil bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk mendukung kegiatan operasional. Kegiatan tersebut disebut Online Transaction Processing (OLTP) yang meliputi pengumpulan info, pemrosesan info, memperbaharui info. Database yang mendukung OLTP disebut Database Operasional (Operational Database).

Setelah memanfaatkan aplikasi DBMS, langkah berikut adalah mengelola informasi. Hal ini bukan suatu pekerjaan yang mudah, meliputi siapa yang bisa melihat dan menggunakan, bagaimana mem-backup, berapa lama harus disimpan, teknologi penyimpanan yang tepat dan lain-lain. Sebagai penutup, sudah saatnya perusahaan kecil beralih dalam pengelolaan informasi yang dimiliki dengan menggunakan aplikasi DBMS, tidak lagi hanya menggunakan Spreadsheet saja. Kemudahan dalam pencarian informasi akan membantu perusahaan kecil dalam memantau kegiatan operasional dan mempermudah dalam pengambilan keputusan. Semoga bermanfaat, salam (surahyo).
Share:

Total Pageviews

Translate my blog to your language

About Me

Jogjakarta, DIY, Indonesia
An ordinary person who loves IT and Management. Please share your knowledge and experiences in those areas to me.
Powered by Blogger.

Please do not copy the content without permission

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

International IT Certification

  • Cisco Certified System Instructor (CCSI)
  • Cisco Certified Network Associate (CCNA)
  • Cisco Certified Network Professional (CCNP)
  • Cisco Certified Design Associate (CCDA)
  • Cisco Security Specialist 1 (CSS-1)
  • Information System Security (INFOSEC) Professional
  • IT Infrastructure Library / Service Management

Find an Academic Article on Google Scholar